Waspadalah: 7 Tanda-tanda, kalau  pernikahanmu sudah tidak Menjadi Oase Kebahagiaan

0
72

Pernikahan tanpa cinta adalah jenis pernikahan terburuk yang pernah ada. Cinta adalah pondasi dari sebuah hubungan pernikahan .tanpa cinta, hubungan pernikahan tidak memiliki nyawa dan nafas, tidak sehat dan pada posisi tertentu hubungan seperti ini harus kita akhiri. Menurut beberapa lembaga riset yang bergerak dibidang  sosial, menemukan bahwa hanya 60 persen orang yang bahagia dalam hubungan pernikahan.

Konflik adalah intrik yang wajar dalam suatu hubungan pernikahan. Tetapi jika konflik itu menjadi api yang menyala tentu hal itu menjadi diluar dari kewajaran atau ianya menjadi gelombang yang menghempas kalian dan menghanjutkan kalian tanpa bisa menyeimbangkan dirimu. Mungkin kamu sangat sulit untuk mengetahui apakah hubungan pernikahanmu baik baik saja.dan mungkin kamu sangat merasa bahwa hubunganmu saat ini berada dalam ikatan tanpa cinta yang menjadi oase kebahagiaan, sebenarnya ada beberapa penanda yang dapat menjadi kompas pengetahuanmu. Berikut tanda-tanda bahwa hubunganmu sudah tidak membawa kebahagiaan lagi

1. Kalian sudah Kehilangan Ketrampilan dan struktur komunikasi yang efektif

Kurangnya keterbukaan dalam berkomunikasi adalah salah satu tanda yang paling primer bahwa pernikahan itu sudah tak menawarkan kebahagiaan. Kalian seatap tapi tak sekata atau mungkin tak saling berkata. Yang parahnya lagi jikapun kalian berkomunikasi kalian lebih memilih untuk menggunakan tanda atau teks di banding komunikasi verbal.

Jika ada sudah kehilangan keterampilan dalam berkomukasi dengan pasangan anda itu membuktikan bahwa pernikahan anda tidak lagi menjadi ajang untuk berbagai. Komunikasi adalah kebutuhan dasar yang harus terpenuhi girlzz. Ketika kamu mendapatkan suatu prestasi, atau menemukan informasi yang penting, atau berhadapan dengan peristiwa besar dan kamu tidak membagikannya kepada pasangamu atau suami karena kamu menggangapnya dia patut untuk diajak untuk berkomunikasi dalam hal ini. Ini menjadi sinyal yang kuat bahwa hubunganmu sudah mengalami fase kebuntuan yang hanya menunggu dentuman untuk retak dan bubar. Oh M G. dua orang yang terasing dalam dalam satu atap.

2. Kalian sudah tidak saling Aktif dan seimbang dalam Berargumentasi

Saat kamu lebih memilih untuk lebih tidak dan kotraktif saat berdebat dengan pasangamu ini adalah penanda bahwa hubunganmu sudah tak menyenangkan. Seolah olah  Kalian sepasang suami istri yang di landa sariawan di sekujur bagian bibirmu . pertengkaran kecil jika di manage dengan baik tentu akan menghasilkan hal yang positive.pertengkaran kecil yang cepat diamputasi dengan komunikasi yang efektif dengan memberi argumentasi yang sehat akan justru menjadi ajang untuk saling mendekatkan. Tetapi disaat kalian lebih memilih untuk hidup dalam keheningan dan membisu enggan saling menanggapi dalam pertengkaran itu. Maka tunggulah kemurkaan alam. Saat saat anda kehilangan antusias berpendapat dengan pasangan tentu akan menjadi penanda bahwa anda sedang tidak bahagia.

3. Kalian sudah Tidak Membicarakan dan Memvisualisaikan masa depan bersama

Ingatkah kamu saat kamu masih saling sayang sayangnya. Bercumbu bersama dalam selimut, bersandar pada bahunya kala kamu ingin tidur bersama dan saling berbagi impian dan rencana masa depan. Saat nafas suami memhembus sepoi sepoi di ubun ubun kepalamu dan bercerita impian kedepannya untuk mengajakmu berangkat kebulan untuk berbulan madu yang kedua. Lantas saat ini, malam yang kau temui adalah malam yang penuh kehampaan tak ada impian dan cita yang ingin dibangun bersama.

Apa baiknya sebuah pernikahan jika kamu tidak bisa mebayangkan masa depan bersama? Kamu tentu dengan pasanganmu sering meramalkan masa depanmu bersama yah, seolah olah kalian seperti mentalis atau dukun, tapi hal ini adalah hal hal yang begitu produktif untuk mengisi komunikasi kalian.  Jika kalian masih saling berbagi dan membayangkan masa depan bersama tentu kalian menumpukkannya pada harapan yang baik. Sebab harapan yang baiklah yang membuat cinta dan bahagia kita tumbuh .

4. Kalian Berada dalam Keterpisahan meski Dalam Satu Atap

Kalian mungkin masih serumah tapi kalian sudah tak saling jadi suporter. Pasangamu lebih nyaman tidur dikamar tamu atau ruang tengah. Dibanding harus tidur disampingmu.mungkin hal itu disebabkan bukan karena bau mulutmu, atau suara mendengkurmu yang tidak berintonasi stabil. Tapi bisa disebabkan karena dia merasa sudah tak nyaman berada disisimu. Hal ini sudah di pastikan , bahwa pernikahanmu sudah tidak membahagiakan. Bantal guling atau boneka lebih nyaman disisimu di banding sapa hangat tubuh kekasihmu.

Kalian seatap tapi tak saling tatap,kalian sudah tak saling menganggap penting untuk meminta saran tentang masalah domestik kalian. Baik untuk berbicara masalah menu makanan yang harus kalian santap, atau warna gorden yang harus terpapar dalam ruang tamu.

5. Kalian sudah Tidak lagi melakukan Hubungan Intim dan tak saling memberi sentuhan fisik yang penuh kasih sayang.

Hubungan seksual tentu menawarkan gairah dan antusias bersama. Saat pernikahanmu sudah tak menjadi sumber pendapatan untuk meraih kebahagiaan maka kalian sudah tak saling menawarkan hubungan intim yang begitu mesra. Jika dalam satu tahun anda hanya melakukan hubungan sepuluh kali sudah dipastikan hubunganmu pasti tidak menjadi oase kebahagiaan. Bisa saja suamimu tidak impoten pun sebaliknya tapi kalian begitu tak saling tertarik.

Dan yang terpenting kalian sudah kehilangan sentuhan fisik yang penuh kasih kasih sayang yang biasa laian lakukan dengan sederhana namun luar biasa khasiatnya. Contohnya saling menyentuh hidung saat kalian bertemu, atau mungkin sekedar mengecup dahimu, atau mengusapkan wajahmu dengan tissue. Atau saat kamu sedang didapur dia tiba tiba datang memelukmu dari belakang dan memberikan pujian yang begitu indah namun semua sesuatu yang dilakukan tanpa jerih payah dan keringat ini sudah hilang.

6. Kalian sudah Tak Saling Merasa Aman

Saat kalian sudah bagaikan  dua monster yang hidup dalam satu penakaran tentu sudah tidak menawarkan rasa aman. Mata yang dulunya sayup sayup penuh hasrat saat menatapmu kini berubah menjadi mata yang begitu sinis sipit, dan matanya fokus ke kiri dan ke kanan saat kamu disisinya. Kamu bagaikan warnah merah yang di letakkan di depan se ekor banten spanyol.  Hal ini akan membuatmu merasa aman. Yang parah lagi jika iya memecahkan prabot rumah tanggamu, padahal perabotan perabotan yang dipecahkan itu masih dalam proses pelunasan cicilan.ketakutan dan ketidakamanan yang berdasar adalah penanda bahwa hubunganmu sedang tak bahagia.

7. Kalian sudah Tak merasa Terkoneksi satu Sama Lain.

Saat kalian bersama kalian justru kalian merasa sedang tak bersama. Kalian berjalan sudah tak saling mengengam tangan.ia berjalan lebih cepat darimu dan seolah takut akan kehilangamu atau ancaman para psikopat yang mengintaimu.hal dulunya kalian lakukan bersama, mandi bersama, masak bersama, mencuci bersama, membesarkan anak bersama, berdoa dan beribadah bersama sudah tak lagi menjadi rutinitas bersama. Kalian merasa tak saling penting untuk mengisi dan membantu serta memikul beban bersama, ‘’ kamu adalah kamu dan Aku adalah yang paling Aku’’.  Saat kalian sudah tidak saling terkoneksi satu sama lain maka hubunganmu sudah pasti tidak dalam kondisi yang membahagiakan.

Meninggalkan pernikahan itu memang menakutkan  sama menakutkannya saat kamu ingin meninggalkan dunia ini dengan beban dosa yang menggunung di pikiranmu. Tetapi hubungan pernikahan yang tak lagi menawarkan oase kebahagiaan tentu akan membuat tidak sejahtera secara emosional, mengeruk kebahagiaanmu membuat erosi kesenangamu. Bagai kemarau panjang yang menunggu sang hujan datang menyapu. Kamu mungkin dalam hati berteriak untuk pulangkan saja diriku pada ayah dan ibuku. Tapi yang parah jika ibu dan ayahmu tak menerimahmu untuk pulang maka lengkap sudahlah ketidak bahagiaanmu dalam pernikahanmu. Tapi ingatlah Girlz di balik luka ada benih yang akan tumbuh subur untuk menawarkan kebahagiaan. Jika pernikahanmu masih bisa di perbaiki maka perbaikilah. Sama halnya dengan mobil yang paling meletihkan adalah saat kita harus memberinya perawatan agar tak mogok dan menjadi rongsokan. Bukan saat kita baru membeli dan memilikinya. Tanggung jawab ada dari sang pengemudi dan si penumpang. so, keep on fighting for this life. [AQL]

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini