Meski Sudah Punya Banyak Mantan, Ini Alasan Mengapa Kamu memilih menjadi Single lady

0
47

Meski kamu sudah banyak menghadapi berbagai macam karakter pria ini bukan jaminan kamu begitu lihai untuk persoalan asmara. Pengalaman putusmu dapat membuat untuk lelah berhadapan dengan situasi ini. Berada pada siklus dan rotasi hubungan yang begitu-begitu saja dapat membuatmu berfikir untuk berhenti. Menjadi single lady mungkin adalah pilihan atas keadaan dan pengalaman yang menerpamu.

Menurut data dari observer,Pada tahun 1960 di amerika serikat, 72 persen orang dewasa menikah. Dan disaat ini, diantara populasi penduduknya yang tumbuh saat ini, 63 persen belum pernah menikah, 23 persen bercerai, dan 13 persen janda. Dari populasi tunggal yang mengejutkan itu, yang sebagian besar hidup secara mandiri atas kemauan sendiri, 53 persen orang lajang adalah wanita.  Dan kehidupan seperti ini sudah semakin menjalar kebeberapa negara lainnya, Singapore, dan jepang juga masuk daftar dimana jumlah penduduknya yang perempuan yang memilih lajang. Ada yang menjadi single lady karena melihatnya sebagai pilihan dan adapulah yang menjadi single lady karena nasib. Karena mereka belum menemukan pasangan mereka. Tapi kamu dan temanmu mungkin  menjadi single lady karena menggangapnya itu sebagai pilihan. Ada banyak alasan mengapa kamu memilih menjadi single lady meskipun kamu sudah banyak memiliki mantan pacar.

1. Kamu sudah Tidak Percaya Dengan Cinta sejati

Membangun ikatan putus nyambung membuatmu kehilangan kepercayaan bahwa cinta sejati itu benar adanya. Setiap kamu jatuh cinta dan menjalin suatu hubungan yang special kamu selalu merasa diawal kehangatanmu bahwa dialah cinta sejatimu.tapi disaat dia melukai dan meninggalkanmu kamu mulai berfikir bahwa itu semuanya fatamorgana dan kamu mulai tidak percaya yang namanya cinta sejati, cinta sehidup tak semati, dan inilah yang mendorongmu untuk menjadi ‘’single lady’’

2. Kamu sedang Menunggu Laki-Laki Yang Paling Tepat

Kesendirianmu bisa saja menjadi alat untuk kamu rehat dari dunia percintaan. Kamu lebih preventif dan selektif setelah banyak pengalaman kegagalan yang kamu temui dari mantan-mantanmu. Kamu tidak berhenti percaya pada cinta sejati, kamu hanya sedang menunggu lelaki yang benar-benar tepat datang dalam hidupmu tak peduli kapanpun dia akan hadir dalam hidupmu. Single lady pilihan yang aman kau tempuh setelah berbagai kekecewaan dari banyak mantanmu yang datang dan pergi begitu saja.

3. Karena Kamu Tak Butuh Pria Yang mengakui Keberadaanmu

‘’single lady’’mu bisa saja dipicu kalau kamu memiliki kepercayaan bahwa selama ini orang berhubungan hanya butuh pengakuan. Dan kamu merasa tak ada yang special dari pengakuan tersebut. Mantanmu yang selama ini menemanimu tak memberikan bukti nyata bahwa dia mengakuimu. Keberadaan orang tua dan kawan-kawanmu sudah cukup kuat untuk membuktikan eksistensimu

4. Kamu Terlanjur Sibuk untuk Menjalani Kehidupanmu

Setelah putus berkali-kali dengan mantan kamu telah jenuh dan bosan menghadapi kenyataan yang begitu-begitu saja. Kamu mencari kesibukan untuk tidak jatuh lagi dalam perangkap patah hati. Saat kamu menemukan zona nyaman dari kesibukanmu kamu merasa begitu merdeka. Kamu memilih menjadi single lady adalah pilihan yang tepat untuk bisa bebas dan menikmati kehidupanmu yang seutuhnya ada pada otoritasmu.

5. Kamu Fokus dengan Karirmu

Urusan pekerjaan memang kadang menjadi hambatan dalam membangun hubungan. Kamu merasa single lady adalah pilihan yang sangat tepat untuk mencapai karirmu. Menurutmu urusan karir dan hubungan sangat tidak suitable untuk disandingkan. Kamu melihat keduanya adalah sesuatu yang saling bertentangan.

6. Karena Kamu Punya Teman Yang dapat Mengalihkanmu Untuk kembali jatuh Cinta

Saat kamu putus dan melihat sisi kelam yang telah kau lalui, kamu melihat teman sebagai pelarian untuk mendapatkan hiburan. Mereka menghiburmu dan saat kamu berhasil move on kamu kembali ketitik awal perkumpulanmu. Teman-temanmu sudah menjadi ekosistem yang baik bagimu. Kamu melihat single lady bukan lagi masalah.

7. Kamu Kehilangan Minat Untuk Komitmen

Trauma akan kegagalan dalam membangun hubungan memang membuat kita sulit untuk percaya. Bayang-bayang kegagalan trus menghantui. Kamu sudah melihatnya hanya seperti game belaka. Apalagi  disaat masalalumu kamulah orang yang paling berkomitmen untuk membangun hubungan. Pengharapanmu tak menjadi nyata membuatmu kehilangan minta untuk berkomitmen kembali.

8. Keyakinanmu Menjadi alat Intimidasi

Suara dalam hati kadang-kadang menjadi musuh dalam selimut. Kamu memilih single lady karena kamu selalu mendapat intimidasi dari dalam dirimu. Terdengar suara-suara dalam dirimu yang membuatmu takut dan cemas jika kamu kembali tenggelam dalam urusan yang membosankan ini.

9. Kamu Tak Punya waktu untuk bertemu Orang-orang

Single lady memang bukanlah aib, apalagi jika kamu sudah punya banyak pengalaman jatuh bangun dan mengejar dan berujung pada pupus harapan. Kamu melangkah menjauh dari hiruk pikuk godaan untuk memiliki hubungan yang menurutmu mengekang gerak gerik langkahmu. Kamu tak mau memberi waktu sekecil apapun itu untuk urusan semacam ini lagi.

10. Kamu Terlalu jatuh cinta Untuk hidup lajang

Ini dia yang banyak orang memilihnya menjadi single lady, mereka terlanjur jatuh cinta dengan pilihan ini. Hidup lajang menyendiri tanpa pasangan bukanlah penanda kepunahan. Kamu sudah menemukan lompatan hidup yang lebih menyenangkan dan bisa mengaransi kebahagiaanmu. Barisan mantan menjadi topik yang layak untuk kamu diskusikan lagi.

11. Kamu Belum Siap

Tak peduli banyaknya antrean pria atau mantanmu yang memintamu untuk kembali, kamu tetap memilih untuk menjadi singgle lady. Kamu benar-benar belum siap untuk kembali merajut kisah kasih bersama dengan pria.

12. Kamu jenuh Dengan Intrik Percintaan, cemburu dan pertengkaran

Pengalaman adalah guru terbaik, dia adalah sang suhu dalam dirimu, pengalamanmu tentu banyak menjadi referensi sebagai perbandingan dan pelajaran dalam hidupmu. Kamu berada di fase jenuh mendalam. Kamu sudah sangat bosan dengan segala intrik yang ada dalam suatu hubungan. Kamu terlalu mudah membaca dirimu, kamu sudah tahu apa saja yang melahirkan bara pertengkaran dalam hubunganmu. Siklus hubungan sudah membuat jenuh untuk mencoba dan mencoba. [AQL]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini