Menangani kekasihmu yang sedang Marah, 5 cara ini akan membantu kamu girls

0
51
menangani kekasih yang marah

Sangat Tidak menyenangkan berurusan dengan orang yang sedang marah. Lebih buruk lagi ketika orang itu adalah kekasih Kamu dan amarahnya menyebabkan dia mengatakan atau melakukan hal-hal yang jahat dan menyakitkan terhadapmu. Entah itu nama panggilan, penghinaan, atau teriakan, berurusan dengan kekasih yang marah bisa sangat menegangkan. Namun, dengan menjadi kuat secara diam-diam dalam pendekatan Kamu terhadap kemarahan kekasih Kamu, Kamu dapat mengatur nada untuk hubungan yang lebih penuh hormat, produktif, dan sehat.berikut 5 cara ini yang sebaiknya kamu lakukan saat kamu menghadapi kemarahan sang kekasihmu

Menenangkan pacar kamu yang lagi marah

1. Pastikan waktunya tepat.

Sikap jahat bisa muncul ketika orang lelah atau sudah frustrasi, jadi hindari mendiskusikan masalah ketika salah satu orang terburu-buru atau kesal. Alih-alih, tanyakan apakah Kamu dapat kembali ke percakapan ketika emosi sudah dingin dan ketika Kamu berdua memiliki sumber daya batin yang tenang untuk mengatasi masalah tanpa menjadi marah.

Taktik ini mungkin tidak selalu berhasil karena terkadang sulit untuk berpikir jernih ketika marah. Jika tidak berhasil, ada cara lain untuk memastikan emosi tidak meningkat.

2. Biarkan dia tahu Kamu mengerti bahwa dia sedang kesal.

Mendengarkan secara aktif atau mendengarkan reflektif adalah komponen kunci untuk komunikasi yang efektif. Mengakui amarahnya seperti menuangkan air dingin ke api. Kemarahannya mungkin mereda karena dia mungkin merasa lebih terhubung dengan Kamu jika Kamu mengerti dari mana asalnya. Perlihatkan pemahaman Kamu dan ulangi apa yang Kamu dengar untuk menenangkan pasanganmu yang sedangmarah.

Buat sespesifik mungkin dan hindari menggunakan frasa basi seperti “Saya mengerti”. Ini tidak menunjukkan pemahaman yang benar dan bisa dianggap tidak bijaksana.

Sebaliknya, cobalah mengatakan sesuatu seperti, “Saya mengerti bahwa Kamu kesal karena saya tidak menelepon Kamu kembali”.

Tetap fokus pada kemarahan kekasihmu. Jangan mengalihkan pembicaraan kepada Kamu dengan mengatakan, “Saya mengerti karena saya juga merasa seperti itu”.

3. Tanyakan apa yang dia inginkan darimu.

Kata-kata dan tindakan jahat biasanya berasal dari perasaan diperlakukan salah atau diperlakukan tidak adil. Dengan menanyakan kekasih Kamu apa yang dia inginkan dari Kamu (tentu saja dengan cara yang baik), Kamu memindahkan pembicaraan dari sesi berteriak ke ranah proaktif.Cobalah ungkapan tanggapan Kamu sebagai, “Apa yang Kamu butuhkan dari saya sekarang,” atau “Bagaimana Kamu melihat hasil dari ini dalam hal apa yang harus saya lakukan”.

4.Tawarkan bantuan jika Kamu bisa.

Jika kekasih Kamu dengan jelas menyatakan apa yang dia inginkan dari Kamu, tentukan apakah itu adalah sesuatu yang benar-benar dapat Kamu lakukan, atau sesuatu yang ingin Kamu lakukan. Dengan menawarkan bantuan, Kamu dapat mengurangi kemarahan, menghentikan perilaku jahat, dan memajukan situasi dengan cara yang produktif.

Bantuan yang diminta mungkin sangat beragam. Misalnya, semua yang mungkin diminta dari Kamu mungkin merupakan permintaan maaf yang sering kali membantu karena menandakan bahwa Kamu menerima beberapa kesalahan untuk pertengkaran tersebut.

Atau Misalnya, jika kekasih Kamu marah karena dipecat dari pekerjaannya dan membawanya keluar hanya dengan menyatakan, “Saya mengerti bahwa Kamu marah karena dipecat dari pekerjaan Kamu, dan saya benar-benar berharap saya bisa membantu Kamu tetapi itu tidak dalam kekuatan saya untuk melakukannya ”.

Terkadang mungkin Kamu memiliki kekuatan untuk menawarkan bantuan tetapi Kamu memilih untuk tidak melakukannya. Itu bisa diterima. Misalnya, jika kekasih Kamu ingin Kamu bolos kerja atau sekolah untuk menghabiskan waktu bersamanya Kamu bisa mengatakan, “Maaf. Saya berharap saya bisa menghabiskan waktu bersama Kamu hari ini tetapi saya tidak mampu mengabaikan tanggung jawab saya. “Hindari mengatakan” Saya tidak mau “.

5 . Coba gunakan humor.

Humor dapat membantu meredakan situasi tegang dengan menggeser momen yang cukup lama agar emosi menjadi dingin. Pastikan Kamu tidak mengolok-olok kekasih Kamu karena itu hanya akan membuatnya semakin marah. Sebagai gantinya, arahkan humor Kamu pada diri sendiri atau situasi. Ini lebih membantu dalam hubungan yang sudah sangat menyenangkan.

Selera humor setiap orang berbeda tetapi cobalah mengatakan sesuatu yang lucu seperti, “Ini di luar kemampuan saya — biarkan saya berkonsultasi dengan salah satu konsultan psikolog  saya yang lain,” atau “Maaf saya lupa menelepon Kamu. Kamu tahukan kalau aku sedikit punya gangguan mental saat aku lagi sayang sayangnya sama kamu ”.

Hindari menggunakan taktik ini jika kekasih Kamu mengolok-olok Kamu dengan cara yang kejam atau menyakitkan. Ini akan memiliki efek sebaliknya dan dapat membuka pintu untuk penghinaan lebih lanjut. [AQL]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini