7 hal Yang tak Boleh Kamu Katakan Saat Kamu Meminta Putus  

0
47

Perkara putus bukan hanya terletak pada cara kamu mengambil sikap dalam bertindak dari konsekunsi setelah putusnya tali ikatan sosial kalian. Tetap persoalan putus bisa menjadi persoalan rumit, hal yang rumit adalah saat kita berhadapan dengan kata-kata yang ingin kita lontarkan.  Pilihan diksi yang tak tepat dapat menyisahkan luka yang lebih dalam.

Mengakhiri hubungan bisa memang menjadi pengalaman sulit, apalagi dalam kasus ini kamu adalah pihak yang meminta untuk hubungan itu berakhir. Kamu bisa saja kehilangan kata-kata saat memberi penjelasan atas alasanmu yang mendorong untuk berpisah. Tentu ada faktor yang mendorongmu untuk mengakhiri hubungan tetapi kamu harus meminimalisirkan resiko yang ditimbulkan dari keputusanmu ini. Mulailah terlebih dahulu memperhatikan diksi yang ingin kamu sampaikan. Ada beberapa kalimat yang sangat harus kamu hindari jika kamu ingin mengakhiri  hubunganmu.berikut kalimat yang yang boleh kamu katakan saat kamu miminta putus.

Jangan mengatakan Kalau Semua Ini salahmu

Jangan pernah melontarkan kalimat ini girlzz, ini sama saja kamu melempar tanggung jawab dan menghakiminya.  Memang tak ada putus yang baik –baik girlzz, putus dan berpisah memang hal yang malang yang tak membahagiakan ,apalagi jika kamu adalah pihak yang meminta. Menyalahkan pasanganmu saat kamu ingin berpisah hanya akan menciptakan keterlibatan negatif yang lebih besar. Jangan lupa yah girlz,setengah dari hubunganmu ini adalah dirimu.kamu juga bertanggung jawab untuk memperbaiki hubunganmu,.apa lagi jika memang dalam hubunganmu justru kamu yang selalu menyulut dan memulai pertengkaran dan paling terakhir untuk mengakui kesalahanmu, ini akan jadi bomerang bagi. Kecuali jika memang pada kenyataannya kamu diselingkuhi maka hal itu wajar saja.

Jangan Mengatakan Bahwa Kamu Butuh Istrahat Dari Ikatan

Coba menghindari penjelasan dari kalimat yang tak jelas ini.  Kamu tak sedang bermain bola girlzz yang sedang butuh istirahat  di menit pertengahan. Perpisahanmu mungkin akan berlangsung secara pemanen,tapi kamu memberi alasan yang membuat orang menggantung. Memang dasarnya kalimat ini ambigu. Gagasan tentang hubungan pacaran tak seperti bertualang dengan kendaraan. Saat kamu mengatakan kamu ingin istirahat, bisa saja dimaknai bahwa kamu hanya waktu untuk istirahat.dan saat lelahmu sudah lepas kamu sudah siap lepas landas kembali lagi. Memang sangat sulit menerimah alasan ini loh girlzz , kamu mengatakan istirahat dengan ikatan semacam ini tapi kamu masih memilih untuk terikat dengan ikatan yang lain. Seolah-olah ikatanmu ini lebih tidaklah special jika dibanding dengan ikatan alumni sekolah atau kampusmu.

Jangan katakan Bahwa Mantanku Ingin Kembali

“Jika alasanmu mencampakkannya adalah untuk kembali dengan mantanmu maka kamu akan menikamnya tepat disisi jantungnya. Kamu menyisahkan perih yang tak ada duannya. Kamu sudah bersalah karena melibatkan orang ketiga dalam hubunganmu terlebih lagi orang ketiga itu adalah mantanmu. Mantan yang selama ini kamu hujat dengan bahasa yang tak menyenangkan dan terlebih lagi saat kamu bersamanya kamu selalu menyajungnya dengan pujian yang begitu melangit.  Ini sama saja dengan mengatakan kalau kamu telah menjadikannya sebagai wadah pelampiasan belaka.

Jangan katakan Bahwa Kamu akan Berkomunikasi secara baik saat kamu sudah Putus

Jangan katakan kalau kamu akan segera bicara secara baik baik dengannya setelah dia menerimah keinginanmu untuk putus. Kamu berdiplomasi seolah olah sedang mengalami konflik perang dagang yang besar yang saling  merugikan satu sama lain.seolah –olah perdagangan kalian akan berjalan lancar setelah terjadinya kesepakatan diantara kalian. Kamu mungkin sudah tahu sebelum kamu mengatakannya kalau setelah kamu putus justru komunikasi malah makin sulit dan rumit dan tentu tak akan baik-baik karena ada dendam yang masih membekas.

Jangan Mengatakan kamu pantas mendapatkan yang lebih dari saya

Sebenarnya saat kamu berkata seperti ini bisa saja itu mengandung makna ejekan, sebenarnya ini menyakitkan apalagi saat dia begitu merasa kamu layak untuknya dan dahulu kamu juga menimpalinya kalimat yang sama.memperburuk dirimu dihadapannya justru tidak akan memberi jaminan kalau kamu mewakili arti yang sebenarnya dari kalimatmu itu.

Jangan mengatakan kalau kita masih bisa berteman

Menawarkan pertemanan setelah putus sangat tidak menyenangkan loh girlzz, kamu membarter hubunganmu dari status sepasang kekasih menjadi status sepasang teman yang begitu umum dan lumrah saja. Kamu menawarkan sesuatu yang mahal dengan yang murah, sangat tidak menguntungkan loh girlzz. Kamu menawarkan janji yang mungkin tak kau tepati dan masalahnya saat kau memberinya janji dan dia mengandalkan janjimu lantas kamu tidak bisa menepatinya.kamu malah justru membuat luka itu bertambah.

Jangan Mengatakan kalau kamu tak akan menghubunginya lagi

Kamu harus menghindari kata ini girlzz,kamu bisa mengatakannya jika sekiranya perpisahan itu punya alasan yang sangat serius dan berbahaya untuk keselamatanmu. Ini bisa menjadi luka baginya apalagi jika kamu juga ikut arisan di keluarganya dan ditetangganya,sementara kamu mengucapkan kalimat ini kamu juga memberikannya ketakutan akan bayang bayang akan tuntutan pelunasan pembayaran iuran pokok arisan. Atau bisa saja kamu sudah mengucapkan kalimat ini sementara kamu lupa,kalau si calon mantan masih menaruh motor atau mobilmu di garasinya. Haha aneh-aneh aja yah girlss. [AQL]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini