10  Hal, Yang sekolah tak ajarkan soal percintaan

0
120

CDC merilis laporan serius tentang bunuh diri di AS . Banyak orang meninggal karena bunuh diri – setidaknya sudah 45.000 laporan korban bunuh diri hanya pada tahun 2016. Tingkat bunuh diri telah meningkat sejak tahun 1999 di hampir setiap negara bagian sebanyak 30%.Masalah Hubungan asmara mengambil porsi yang paling besar dengan Lebih dari 40% Kematian karena Bunuh DiriLaporan tersebut menyoroti temuan yang jarang dibahas dalam konteks bunuh diri. CDC memperkirakan bahwa 42% dari semua bunuh diri terkait dengan masalah hubungan asmara . Dengan kata lain, pada tahun 2016, sekitar 18.900 orang meninggal karena bunuh diri karena alasan yang termasuk masalah hubungan asmara.indonesia juga tak kalah dari data yang seperti diutaran cdc.

Lagu D massive ’’cinta ini membunuhku’’ memang ada benarnya, beberapa orang mempersingkat hidupnya dengan bunuh diri karena masalah percintaan yang tak kunjung selesai dan berujung pada pisau, tali gantung, dan racun dll.  Dibutakan cinta dan di perbudak cinta memang salah satu pendorong yang membuat kita lupa akan arti hidup. Sekolah seharusnya tidak menganggap masalah percintaan itu tabuh dan punya batas usia. Puberitas dan segala intriknya seharusnya menjadi bahan diskusi yang tak seharusnya menjadi momok yang menakutkan. Jika ada pendidikan sex untuk usia dini seharusnya juga ada pendidikan percintaan yang harusnya kita pelajari dan bahas. Berangkat dari data di atas, dimana korban bunuh diri banyak didorong karena faktor asmara. Berikut hal ini hal –hal yang sekolah tak ajarkan kepada kita tentang dunia percintaan .

1. Bagaimana Kita Menghadapi dan menangani Perasaan saat Jatuh Cinta

Setiap manusia akan mengalami fase jatuh pada ketertarikan pada lawan jenisnya. Jatuh cinta tak memandang usia.kita tak tahu kapan pertama kali kita diserang virus termehek-mehek melihat idaman kita. Dan kadang kita bingung untuk memperlakukan perasaan kita. Yang sangat di khawatirkan jika kita terlalu berlebihan dalam memperlakukan perasaan kita. Berlebihan dalam memendam dan berlebihan dalam membuktikannya. Guru seharusnya bisa menjadi perisai dari masalah ini. Seharusnya dia menjadi teman untuk mendiskusikan hal ini. Kita selalu mendapat teman-teman di hukum karena ketahuan pacaran.tanpa tahu apa yang salah dari pengaktualiasian perasaan ini.

2. Cara membangun Hubungan Yang Romantis

Guru kita sangat banyak yang kikuk ketika membahas masalah ini, mereka bilang kamu belum cukup umur untuk topik ini. Padahal nyatanya tak undang-undang pelarangan untuk membahas hal ini agar kita tahu batasan-batasan. Kita hanya akrab dengan romantisme dengan, bunga, kue, coklat, dan lagu mellow serta sebentuk love yang tak memawakili perasaan kita yang sebenarnya.

3. Tantangan dalam Membangun Hubungan

Seharusnya kita tahu bahwa cinta itu bukan hanya intrik bahagia saja. Ada banyak problematika dan dilema yang akan kita ketemui dikedepannya untuk bisa tetap utuh. Seharusnya guru yang sudah terlebih dahulu menjelaskan ini kepada kita bahwa cinta itu seperti bangunan,jika pondasinya tidak kuat dipastikan tiang-tiangnya juga tidak akan kuat.

4. Bagaimana Kita Bisa Menjadi pasangan Yang Monogami

Monogami adalah lawan dari polygami dan poliyandri.  Guru harus bisa mengajarkan kita tentang arti kesetiaan yang begitu berharga . dengan mengajarkan kita monogami secara sadar kita akan paham bahwa kesetiaan itu adalah harga yang harus kita bayar mahal untuk memiliki hubungan yang awet.

5. Bagaimana memproteksi diri Dari KDRT

Saat kita remaja dan berhubungan dengan seorang pria. Kita juga rentan untuk terpapar KDRT(kekerasan dalam rumah tangga) ada banyak bentuk kdrt loh girls yang harus kamu ketahui. Guru seharuskan menjelaskan segala bentuk KDRT kepada kita, dan alih-alih untuk menakut-nakuti kita.sebaiknya merea menjelaskan cara untuk memproteksi diri kita dari tindak KDRT yang dilakukan kekasih kita.

6. Tipe Pria yang layak dan Tak layak

Sebelum memasuki fase perjalanan romantika dalam hubungan.guru-guru juga bertanggung jawab untuk menjelaskan tipe pria yang layak maupun yang tak layak. Apa yang seharusnya perempuan cari dari sosok pria dan bagaimana kita bisa mengukur tingkat kelayakan pria tersebut agar terhindar dari perbudakan cinta.

7. Cara menghadapi Penolakan

Sulit untuk menghadapi kenyataan saat kita ditolak. Meskipun meminta maaf dan menjelaskan alasan penolakannya kita malah semakin sulit untuk menerimah kenyataan itu. Guru seharusnya bisa menjembatani kenyataan itu. Mereka harus transparan kepada siswa bahwa konsekuensi dari menyatakan perasaan salah satunya adalah penolakan.dan yang terpenting bagaimana kamu bisa menghadapinya.

8. Cara menghadapi Putus dan Patah Hati

Jika ada konsekuensi dari menyatakan cinta merupakan penolakan. Penerimaanpun demikian, jalinan kalian lebih halus dari benang sutral loh girlzz. Ego yang meninggi dan meraja bisa membuatmu putus dan patah hati. Di fase inilah kamu membutuhkan kompas untuk tetap melihat arah hidup. Bukan mengarahkan mata dan perasaanmu pada pisau dapur dan tali jemuran ibumu.

9. Cara bersabar saat Kita Jomblo

Tidak semua akan bernasib baik saat melalui masa putih abu-abu mereka. Tak semua cinta akan berbalas.jomblo kadang menjadi muara yang memilukan di tengah teman-temanmu yang bersemangat kesekolah untuk melihat cintanya. Guru seharusnya punya formula sabar sebagai langkah preventif untuk menjegah siswanya berfikir bahwa mereka tak layak dicintai dan mencintai.

10. Cara menyatakan Cinta dengan Benar dan Baik

Guru seharusnya melihat persoalan percintaan adalah hal yang lumrah terjadi. Setidaknya guru dapat menyampaikan kiat-kiat dalam menyatakan perasaan kita kepada calon yang kita sukai. Apa yang baik dan yang baik untuk menyatakan perasaan kita dan  bagaimana menghadapi keputusan-keputusan itu

Demikian yah girls pembahasan kami,. Percintaan memang selalu menjadi diskursus yang tidak akan pernah kering untuk kita bahas. Berpacaran bisa menjadi jembatan untuk kau menemukan jodohmu dapat menjadi ajang untuk mengenal lebih baik pasanganmu. Kita memang hidup dengan budaya timur dimana hubungan yang seperti ini dianggap amoral dan sesat namun pengaruh budaya luar terlanjur menghegemoni kita, dimana ada banyak bentuk rasionalitas yang harus kita pertimbangkan juga dari sisi jatuh menjatuhkan perasaan cinta. Kita harus tetap bijak, ada banyak norma yang mengikat interaksi kita yang juga patut kamu ketahui yang semuanya bermuara pada kebajikan dan keluhuran insania kita. [AQL]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini