Mitos tentang Kemampuan Matematika Anak yang Wajib Bunda Tahu

0
53
Kemampuan Matematika Anak yang Wajib Bunda Tahu


Hai bunda, anaknya tidak jago matematika? Umumnya, jika anak kita tidak mahir dalam matematika atau nilai rapor matematikanya malah rendah, orang tua dapat dipastikan akan menganggap penyebabnya karena dirinya tidak pandai matematika. Pada akhirnya, sang anak pun dianggap tidak akan pernah mampu menguasai matematika.
Dalam hal ini, Venkata Vinay, pimpinan akademi Program IMAX, ClassKlap, Bengaluru, di situs resmi Indian Express mengungkapkan, ada dua mitos utama mengenai relasi anak dan matematika. Mitos inilah yang membuat sebagian besar orang tua berhenti mengajari anak matematika. Berikut adalah mitos yang kerap mempengaruhi bunda:

1. Saya tidak pandai matematika, jadi anak saya tidak akan pandai juga dalam matematika 

Venkata mengungkap bahwa sebagian besar orang tua percaya kalau kemampuan matematika itu ditransfer dari orang tua ke anakanak mereka. Para orang tua ini percaya kalau mereka pandai, anak-anaknya pasti akan pandai juga. Begitupun sebaliknya.
Venkata menambahkan jika sebelumnya ada penelitian yang menemukan kalau keterampilan matematika tidak diturunkan secara genetis ke keturunan. Itu hanya sebuah keterampilan. Dan seperti keterampilan apa pun, keterampilan matematika ini bisa dikembangkan dengan berfokus pada dasar-dasar, praktik yang memadai, dan kemauan untuk belajar dari kesalahan. Jadi matematika bukan sesuatu yang lahiriah, dia pengetahuan fan keterampilan yang bisa dikembangkan.
“Kalau orang tua merasa nggak pintar matematika, coba mendorong ajak anak untuk belajar tambahan dengan guru atau teman dan keluarga yang pintar matematika,” ujar Venkata.


2. Matematika semata-mata tentang rumus dan perhitungan

Matematika dianggap susah untuk membangkitkan minat berhitung. Padahal, anak bisa belajar matematika dari hal simpel. Contoh, ketika berbelanja, minta anak jumlah barang yang perlu dibeli dan ajak anak secara nggak sadar menghitungnya,” kata Venkata. Pendidik Anitha Rampal mengatakan keterampilan anakanak akan meningkat jika dia memang senang hal-hal berbau matematika. Apalagi, kalau belajar matematika dikemas dengan cara yang menyenangkan. Venkata bilang, orang tua mesti paham gimana cara masing-masing anak bisa menerima pelajaran matematika yang diberi. Dan ingat, jangan pernah paksa anak jika mereka nggak berminat dalam matematika ya, Bun.

“Yang perlu diingat, anak harus tahu dasar pemecahan masalah dalam matematika. Ingat, matematika digunakan di segala aspek kehidupan sehingga seharusnya mencari contoh bukan hal yang sulit,” ujar Vendra. Menurut Guru Besar Matematika Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Dr. rer.nat. Widodo, M.S., salah satu cara agar anak mudah menerima matematika adalah orang tua di rumah dan guru di sekolah bisa berinovasi mengenalkan soal dengan konteks. Artinya soal tidak disajikan hanya dalam bentuk angka saja tetapi ada di cerita kehidupan sehari-hari. “Belajar matematika itu perlu latihan terus menerus. Dia tidak akan mencintai kita kalau kita tidak mulai mencintainya. Semua bidang ada matematikanya, kalau kita pelajari kita bisa semakin kreatif,” kata Prof Widodo beberapa waktu lalu, dikutip dari detikcom.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini