Si Kecil Kehilangan Minat Baca, Apa Penyebabnya?

0
17
AGAR MENUMBUHKAN MINAT Baca anak

Bunda, pasti rasanya bahagia, bangga, terharu atau mungkin sedikit terkejut ya saat anak akhirnya bisa membaca. Dari yang awalnya membaca huruf, beberapa suku kata, sampai akhirnya bisa membaca kalimat.
Namun, bukan berarti anak yang sudah bisa membaca sendiri pasti lancar dan otomatis mau membaca buku sendiri terus secara berkelanjutan lho, Bun. Ada beberapa permasalahan umum yang sering muncul saat anak sudah membaca sendiri, berikut adalah bagaimana mencegah atau membantu anak melaluinya berdasarkan tingkat usia:

Umur 6-8: Peralihan dari buku bergambar ke buku yang dominan tulisan

sebab anak telah terbiasa dengan buku yang jauh lebih sederhana dan dilengkapi ilustrasi yang menarik, mungkin agak sulit menemukan buku dengan cerita yang cocok dengan minatnya. Di satu sisi ia ingin mengetahui cerita dari buku yang lebih kompleks namun kemampuan membacanya belum cukup baik, di sisi lain buku yang bisa ia baca sendiri ceritanya terlalu membosankan dan tidak menarik.

menumbuhkan minat baca anak
pexels.com

Sebagai orang tua, Bunda harus pintar-pintar mencari buku yang cocok, cari tahu melalui review dan tanyakan pada sesama pecinta buku, guru, internet, ataupun teman ya Bun. Banyak novelette dan buku untuk young reader, seperti buku-buku karangan Enid Blyton, Jacqueline Wilson, dsb. Bahkan buku seperti Harry Potter terbit versi berilustrasi sehingga menyemangati anak untuk terus membaca.Jika perlu membacalah bersama-sama, hingga anak kemudian mulai mampu dan menikmati membaca buku yang lebih kompleks sendiri. Ajak anak berdiskusi tentang isi cerita di buku, bagaimana pendapat dan perasaannya saat membaca buku yang digemarinya.

Umur 8-9: Waktu senggang semakin berkurang, kegiatan yang diikuti semakin banyak (sekolah, ekskul, pekerjaan rumah, les tambahan, dsb)

Ingat ya Bunda, jangan sampai kebiasaan anak membaca buku sepenuhnya tergeser, justru yang perlu dikurangi adalah kegiatan lain yang kurang baik. Misalnya membatasi waktu menonton televisi atau main game. Usahakan membaca menjadi kebiasaan si kecil sehari-hari, itu akan merangsang perkembangan otaknya.
Sediakan area yang nyaman dan kondusif untuk membaca, dengan rak-rak buku yang rapi, kursi atau alas duduk yang nyaman, penerangan yang cukup, dan mungkin sedikit iringan musik untuk membangun suasana yang disukai anak. Ajak anak membacakan buku untuk kita atau adik-adiknya untuk melatih kemampuan berbicaranya. Bantulah ia saat menemukan kosakata baru yang tidak ia pahami.

Umur 8+: Anak laki-laki biasanya semakin kurang tertarik untuk membaca karena lebih diarahkan untuk berolahraga dibanding duduk dan membaca buku.
Jika sempat, usahakan Bunda cari buku yang temanya menarik minat anak laki-laki. Tidak perlu melulu berbentuk buku, bisa juga majalah, koran, komik atau tabloid yang sedang disenangi anak. Misalnya majalah mobil, atau tabloid olahraga. Juga, jangan lupa beri contoh pada anak-anak, bahwa ayah dan ibunya pun suka membaca banyak hal. Tunjukkan jika aktivitas membaca itu penting dan menyenangkan.
Umur 9-10: Turunnya minat baca anak
Rata-rata anak di usia ini mengalami penurunan minat membaca yang cukup drastis. Untuk mengobarkan kembali keinginan membacanya, ajak anak Bunda ke perpustakaan atau toko buku untuk melihat dan memilih buku yang ia sukai. Jika perlu ke perpustakaan yang nampaknya sangat menarik.
Komik atau novel grafis bisa menjadi pilihan yang menarik, asal awasi konten ceritanya karena akhir-akhir ini makin banyak cerita komik yang vulgar dan dewasa namun bisa dibeli secara bebas oleh anak-anak.
Kemudian, biarkan anak menemukan dan membaca buku dengan genre yang ia sukai, dan tak perlu memaksa anak menyelesaikan buku yang ia baca bila ternyata di tengah jalan ia mulai tidak menyukainya. Yang perlu Bunda sediakan adalah pilihan-pilihan bacaan yang lebih variatif.
Demikianlah beberapa permasalahan umum perihal membaca bagi anak-anak. Kalau menemukan kesulitan lainnya atau mengalami salah satu masalah di atas, Bunda bisa mencari jawaban lebih lanjut dengan konsultasi ke pakar literasi anak, pustakawan dan saling berbagi ke para pembaca buku.[SFJ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini