Saat Berkomunikasi dengan Anak Remaja, Bunda Mesti Tetap Tenang

0
31

Banyak orangtua yang mengeluh saat anaknya telah mulai beranjak remaja. Komunikasi yang awalnya berjalan baik, jadi sering berujung konflik. Mereka selalu saja memiliki argumen untuk membantah dan tak mau mendengar apa yang diperintahkan kepadanya.

Bahkan pada orangtua yang memiliki hubungan baik dengan anak, juga menghadapi hambatan dalam mengasuh anak ketika beranjak remaja.

laughter-laugh-fun-mom

Penting untuk diketahui, bahwa kondisi anak saat remaja mengalami perubahan psikologis, fisik dan perkembangan otak yang sangat pesat dan cepat.

“Hormonnya berubah drastis, moodnya naik turun, mudah lelah dan kerap lapar. Orangtua harus mengerti ini dan memaklumi hal tersebut,” ujar Michelle Bowyer, salah seorang pakar pengasuhan anak, seperti dikutip dari situs resmi Momjunction.

Remaja juga kerap tiba tiba murung karena perubahan hormon yang mereka alami. Hal ini karena jalur saraf di otak sedang berkembang aktif dan pertumbuhan tubuhnya terus berkelanjutan.

“Anak remaja mungkin sering marah karena alasan yang tidak dapat dipahami. Mereka mungkin menjadi argumentatif dan berbicara lebih banyak. Orangtua perlu ketenangan dan kesabaran ekstra agar komunikasi lebih lancar,” tambah Michelle.

Hindari dorongan untuk bersikap lebih keras, pada remaja hanya demi memenangkan argumen. Satu-satunya cara untuk menenangkan seorang remaja yang marah adalah menjadi tenang.

“Temukan cara untuk mengendalikan amarah Anda dan dengarkan apa yang dikatakan anak remaja. Cobalah untuk lebih menjadi pendengar dan memahami mereka dari sudut pandang lain,” tutup Michelle.[SJF]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini