Paksakan Minat Anak, Bunda Perlu Tahu Apa Dampaknya

0
43
JANGAN PAKSAKAN KEHENDAK ORANG TUA

Kegemaran dan keinginan anakanak kadang masih suka berubah ya, Bunda. Sebagai orang tua, kita harus bisa memahami apa saja dan bagaimana minat serta keinginan anakanak.

Tapi, sebagai catatan, Ayah dan Bunda juga sebaiknya tidak perlu memaksakan sesuatu yang tidak disukai si buah hati.

JANGAN PAKSAKAN KEHENDAK ORANG TUA

Mm contohnya nih, Bunda mau si kecil ikut les biola, piano, berenang, melukis, atau tari balet. Awalnya mereka begitu happy mengikuti kegiatan tersebut di luar jam sekolah. Tapi, Bunda juga harus siap menghadapi situasi saat anak mulai merasa bosan ya.

Jika anak sudah sedang malas berangkat les, Bunda nggak perlu marah. Cukup tanyakan apa saja alasan mereka dan hindari bicara dengan nada yang tinggi. Cobalah Bunda mengerti apa yang saat itu sedang anak alami dan rasakan.

Psikolog anak Saskhya Aulia Prima, MPsi, memaparkan bahwa kondisi itu bisa terjadi karena sebenarnya orang tua yang tertarik dengan bidang itu. Kebetulan, dia menambahkan, ‘orang tua tidak memiliki kesempatan untuk mengasah minatnya saat masih kecil.’

“Jadi, orang tua pengen itu dilakukan anaknya. Padahal, efeknya ke anak, kemandirian dan inisiatifnya kurang karena yang biasa memperlakukan anak seperti itu orang tua yang dominan. Anaknya mau ngapain diatur, jadinya anak dependent (ketergantungan) karena mau ngapa-ngapain salah terus,” kata Saskhya yang kami lansir dari situs resmi Detik.com.

Disarikan dari Life Advancer, ungkapan dari dua tokoh berikut juga menegaskan, minat yang dipaksakan bisa mengakibatkan anak tertekan dan bahkan terpuruk dalam kesehariannya.

Plato, seorang filsuf Yunani mengatakan: “Jangan melatih anak untuk belajar dengan paksaan atau kekerasan. Tapi, arahkan mereka berdasarkan apa yang ada dalam pikiran mereka. Jadi, lebih baik menemukan kecondongan dari kejeniusan masing-masing anak.”

Sementara itu seorang politisi Amerika Serikat, Anna Elanor Roosevelt, yang juga istri Presiden ke-32 Amerika Franklin D. Rosevelt, mengungkap apa yang sebaiknya dilakukan:

“Lakukan apa yang dirasakan dalam hati untuk menjadi benar, karena Anda akan tetap dikritik. Anda akan dihujat jika melakukannya, atau merasa terpuruk jika tidak melakukan itu.” [SJF]

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini