Hati-Hati! Ucapan Bunda Bisa Rendahkan Harga Diri si Kecil

0
57

Bunda pasti pernah telat menyadari telah menyakiti hati anak setelah baru saja melontarkan ucapan-ucapan yang emosional atau bahkan yang cenderung kasar saat tengah marah. Selain sakit hati, tanpa disadari, anak bisa saja merasa telah direndahkan harga dirinya lho Bun.

Mengutip Linda Bress Silbert, Ph.D dan Alvin J Silbert, Ed.D di situs HaiBunda, yang merupakan Founder STRONG Learning Centers di New York, mengungkap bahwa orang tua masih sangat berpengaruh penting terhadap anakanak meski sebenarnya mereka punya teman dan keluarga lainnya. Jadi, menurutnya orang tualah yang paling berperan penting membantu anakanak merasa nyaman.

Lalu, caranya bagaimana? Linda Silbert bilang caranya hanya dengan terus mendukung dan menerima anak apa adanya, bukan dengan cara-cara yang dapat merendahkan martabat dan harga dirinya.

Kalau misalnya anak tidak kuat, tidak cukup tampan/cantik, atau tidak cukup pintar untuk melakukan sesuatu, maka ucapan dan tindakan Bundalah yang bisa menghambat atau menaikkan harga diri anak tumbuh. Oleh karena itu, tindakan Bunda sangat penting.

“Anda mungkin tidak menyadari betapa pentingnya untuk menyadari bagaimana Anda berbicara dengan anak,” kata Silbert mengutip bukunya yang berjudul Why Bad Grades Happen to Good Kids; What Parents Need to Know, What Parents Need to Do yang dikutip dari situs HaiBunda.

Linda Silbert mengatakan, agar dapat membangkitkan harga diri anak perhatikanlah baik-baik apakah komentar Bunda adalah sesuatu yang konstruktif atau destruktif? Hal itu sangat menentukan respon anakanak.

“Anak bisa saja menangkap pesan yang berbeda,” tambah Linda Silbert.

Menurutnya, jika anakanak telah percaya orang penting baginya, seperti orang tuanya yang menghargai mereka, mereka pun akan merasa layak dihargai. Faktor ini sangat penting dalam perkembangan emosional dan keberhasilan sekolah anakanak, ya Bun. Jadi jangan menganggapnya remeh saja.

“Persepsi anakanak didasarkan pada firasat, pendapat, gerak tubuh, dan hal-hal lembut lainnya. Anak-anak sangat subyektif dengan tindakan. Karena itu, kita perlu memastikan bahwa kita tidak sengaja mengirimi mereka pesan yang tidak diinginkan,” ungkap Silbert.

Linda Silbeet kemudian kembali menambahkan, jika Bunda merasa bangga dengan anak, jangan menganggap sang kesayangan telah memahami dan mengetahuit itu. Usahakanlah mengekspresikan kebanggaan itu melalui kata-kata dan tindakan.

“Saudara kandung, orang tua tiri, kakek-nenek, dan anggota keluarga lainnya juga berkontribusi pada persepsi diri seorang anak pada tingkat yang berbeda-beda,” ungkapnya.

Mila Sinta, salah seorang ibu yang hari-hari bekerja sebagai pengajar di sebuah sekolah menengah pernah mengungkapkan orang tua yang membesarkan anakanak tanpa kelembutan dan kasar hanya membuat masa dewasanya kelak mengarah pada kehancuran psikis, Bun. Hal ini dikarenakan yang diperlukan anak adalah sikap dan energi positif dari Bunda maupun ayahnya dan sesuai.

“Saat kita tengah menjadi orang tua, kita tidak mendapatkan penjelasan lengkap mengenai apa saja yang diharapkan dari setiap anak kita. Hampir semua anak, di lingkungan yang sama atau bahkan di rumah yang sama, mungkin membutuhkan hal-hal yang berbeda-beda dan beragam dari orang tuanya, karena itu kepekaan kita sangat diuji di situ, ” tambahnya.

[SJF]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini