Mestikah Membatasi Anak Bicara dengan Orang Asing?

0
34

Berita-berita penculikan anak yang marak terpampang di layar televisi maupun di media sosial pasti membuat Bunda waswas. Bunda tentu tidak ingin hal buruk ini terjadi pada sang buah hati. Hal ini membuat Bunda akhirnya kerap melarang sang anak untuk tidak bicara atau mengikuti orang yang tidak mereka kenal. Namun, haruskah membatasi anak bicara dengan orang lain?

Berikut beberapa alasan para Bunda melarang anak bicara dengan orang asing:

Berbagai tindak kejahatan pada anak bisa terjadi di mana pun dan kapan pun. Itu sebabnya Bunda merasa perlu memasang pelindung supaya buah hati selalu aman. Selain memastikan dan memasang mata kemana anak pergi, cara lain yang bisa diterapkan Bunda adalah membatasi atau bahkan melarang sang anak bicara dengan orang yang tidak dikenal. Mengapa begitu?

Ya, karena modus penculikan kerap kali menggunakan b

erbagai taktik untuk mendekati anak. Dimulai dengan mengajaknya bicara, berpura-pura menjadi orang yang dikenal oleh ayah atau ibu si anak, mengiming-imingi mereka dengan mainan atau makanan, kemudian pada akhirnya menculik.

Bunda yang tahu taktik ini pasti tidak akan tinggal diam dan meratapi. Supaya anak tidak masuk dalam jebakan penculik tersebut, Bunda mulai melarang anak bicara dengan orang yang tidak dikenal atau orang asing.

Haruskah Bunda melakukan proteksi demikian?

Elana Pearl Ben-Joseph, seorang dokter anak sekaligus editor kesehatan di Kids Health menyampaikan gagasannya mengenai hal ini. Meski tujuannya untuk melindungi anak dari hal-hal buruk, melarang anak bicara dengan orang asing bukanlah cara yang tepat dan benar.

Elena menambahkan bahwa, alih-alih membuat aturan demikian, lebih baik mengajari anak untuk memastikan waktu yang tepat untuk bicara atau tidak dengan orang yang tidak dikenal. Bukan melarang sepenuhnya.

Namun, beda lagi ceritanya jika anak sedang sendirian. Kemudian, didekati orang asing yang menawarkan makanan, mainan, atau tumpangan, sebaiknya anak segera meninggalkan tempat tersebut dan cari tempat yang lebih aman.

Bunda juga perlu berhati-hati menjelaskan aturan bicara dengan orang asing pada anak. Jangan tanamkan pikiran atau mendoktrin ke si kecil bahwa semua orang asing itu jahat. Jika Bunda memberitahukan ini dengan cara menakuti, anakanak akan mengganggap semua orang asing akan berbuat jahat padanya. Ini akan berdampak buruk pada kondisi psikologis dan pertumbuhan anak. Si kecil akan tumbuh dengan banyak prasangka buruk.

Akibat terparah adalah si kecil akan sulit mengenal orang baru, membuka pembicaraan dengan orang asing, dan sulit mempercayai orang lain. Pada situasi tertentu, kondisi tersebut bisa sangat menyulitkan anak. Misalnya saja ketika ia tersesat di jalan, mau tidak mau anak harus berani bertanya atau meminta pertolongan pada orang lain yang lebih dewasa atau ke orang-orang yang sama sekali belum pernah dijumpainya.[SFJ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini