Menguasai Bahasa Asing Memang Bagus bagi Anak, Tapi Bahasa Ibu Tidak Kalah Penting

0
108
Menguasai Bahasa Asing Memang Bagus bagi Anak
Belvania Malika Owie Pevita

Bahasa apa saja yang didengar anak sejak lahir? Bahasa Indonesia? Bugis/Konjo Makassar? Jawa? Sunda? Batak? Atau malah bahasa Inggris? Berarti, itulah bahasa ibu, atau mother toungel.
Pada umumnya, bahasa ibu memang bahasa tutur yang digunakan orang tua maupun orang dewasa saat mengasuh anaknya selama di rumah.
Hal itu berarti, bisa berupa bahasa daerah setempat, bahasa yang biasa digunakan dalam keluarga bunda dan ayah masing-masing, maupun bahasa yang disepakati digunakan selama di rumah, terutama bila pasangan suami istri memiliki latar belakang identitas bahasa dan etnik yang beragam. Lantas bagaimana pentingnya bahasa ibu  buat sikecil.

Menguasai Bahasa Asing Memang Bagus bagi Anak
Robbi Ridwansyah’s Family

1. Mampu memahami bahasa lebih dari satu punya manfaat loh

Mampu memahami bahasa lebih dari satu punya manfaat loh, Bun. Tetapi itu pun sebaiknya diawali dengan serapan bahasa ibu yang baik. Kemampuan anak berbahasa ibu bisa memprediksi perkembangan bahasa keduanya kelak.
Menurut Jean-Marc Dewaele, profesor linguistik dan komunikasi terapan University of London, Inggris, dalam bukunya Bilingualism: Beyond Basic Principles, anak dengan konsep dasar bahasa ibu yang solid akan mengembangkan kemampuan literasi kuat di sekolah dan lingkungannya.
Jika anak mampu berkomunikasi dari dasar bahasa dan kekayaan kosakata dengan baik sejak di rumah, risiko kendala proses transfer informasi dan keterampilan dari bangku sekolah pun dapat diminimalisir.
Namun demikian, para ahli pendidikan dini menyarankan agar orang tua mengomunikasikan bahasa ibu yang digunakan anak dengan pihak sekolah yang sejak awal melibatkan mereka dengan kegiatan sekolah.
Jika perlu, guru mampu mengadaptasi bahasa ibu sebagai bahasa pengantar awal dalam pendidikan sehingga anak tak sulit beradaptasi dengan bahasa keduanya (bahasa sekolah).
Fase-Fase Kritis Bahasa Ibu

Owie dan Zio

2. Fase kritis dapat terjadi di awal 

Baik bahasa ibu pun bahasa kedua merupakan rangkaian perkembangan dan konsekuensi tahapan berbahasa anak. Namun, orang tua dan guru perlu mewaspadai fase-fase kritis perkembangan berbahasa ibu pada anaknya.
Fase kritis dapat terjadi di awal anak mengembangkan konsep dasar berbahasanya, yakni sekitar usia pra-taman kanak-kanak hingga kelas 2 sekolah dasar.Di fase itu, anak sangat rentan kehilangan kemampuan berbahasa ibu, bahkan dalam lingkup terkecil, seperti di rumah.

Alzio Revano Arsenio Xavier

Para ahli pendidikan menganjurkan agar keluarga hanya berbicara dalam bahasa ibu kepada anak saat di rumah, terutama selama tahun-tahun awal pembelajaran anak.
Meski di sekolah anak mendapatkan kurikulum berbahasa Inggris atau bahasa asing lain, sepulang sekolah ia sebaiknya kembali menggunakan bahasa sehari-harinya, tanpa dijejali pendidikan bahasa Inggris lagi di luar sekolah.
Hal itu tidak hanya akan mempertahankan keterampilan anak melakukan percakapan dengan kosakata yang cukup kaya, namun juga memperkuat kemampuan mempelajari bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya di kemudian hari. Jadi, meski bahasa kedua penting, jangan serta merta meninggalkan bahasa ibu ya, Bun.[SFJ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini