Si Buah Hati Menyukai Permen dan Cokelat, Apa yang Perlu Bunda Ketahui?

0
33
COKLAT DAN PERMEN

Anak mana yang tidak suka permen dan cokelat? Bunda pasti tahu bahwa hampir sebagian besar anak menyukai permen dan cokelat. Rasanya yang manis dan teksturnya yang menggoda membuat anak rasanya sulit untuk mengabaikannya begitu saja. Tapi, di balik rasanya yang manis, Bunda harus hati-hati lho, kalau perlu membatasi konsumsi anak pada permen dan cokelat tersebut. Kenapa?

Komposisi permen dan cokelat yang didominasi gula sangat tidak baik buat kesehatan anakanak apabila dikonsumsi secara berlebihan. Meski anakanak sangat menyukai permen dan cokelat, pastikan untuk membatasinya meski terkadang itu membuat si kecil sedikit jengkel dan merajuk.

AMANKAH MEMBERIKAN COKLAT PADA ANAK

Lansiran pada situs Fimela dari laman Prevention.com, mengungkap bahwa tidak semua anak boleh mengonsumsi permen dan cokelat seperti anakanak pada umumnya. Para ahli dari beebagai kepakaran anak mengungkap jika anak bisa diberi permen dan cokelat setelah usianya mencapai dan melebihi 3 tahun. Jumlah atau kuantitas  permen yang bisa diberikan sendiri sangat dibatasi.

Lalu, kapan sih sebaiknya Bunda dibolehkan untuk memberi permen dan cokelat pada anak-anaknya?

Anak bunda yang masih balita boleh-boleh saja diberi permen dan cokelat yang mengandung gula ketika sudah beranjak pada 3 tahun. Itu pun hanya boleh dilakukan sesekali dalam satu waktu.

Si Buah Hati Menyukai Permen dan Cokelat, Apa yang Perlu Bunda Ketahui?

Bagi anak yang berusia 2 tahun, cukup dikenalkan dahulu dengan makanan manis seperti bubur bayi yang swdikit manis, es krim yang tidak terlalu dingin, sedikit cokelat dan sedikit permen yang teksturnya tidak berbahaya.

Berikanlah makanan-makanan yang sedikit padat yang mangandung gula secukupnya saja dengan jumlah yang masih mengandung nutrisi di dalamnya, beberapa contohnya seperti es krim, puding, roti atau kue-kuean.

Beberapa ahli menjelaskan bahwa apabila intensitas konsumsi permen dan cokelat terlalu sering dan berlebihan pada anak, bisa jadi membuat anak cepat kenyang sehingga nafsu makannya menjadi sangat berkurang.

Mengkonsumsi makanan manis juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan dan pertumbuhan gigi. Selain itu, obesitas juga menjadi penyakit mematikan lain yang dapat ditimbulkannya. Sebaiknya, Bunda memprioritaskan makanan yang kaya nutrisi seperti sayuran, buah-buahan dan biji-bijian, hal itu akan sangat baik bagi pertumbuhan otak dan fisik anak. [SJF]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini