Kenapa Bakat Anak Belum Juga Muncul? Bisa Jadi Karena Ini…

0
40
BAKAT ANAK BELUM KELIATAN

Mengenali potensi atau bakat anak merupakan hal yang susah-susah gampang ya, Bunda. Malahan kadang-kadang potensi anak dengan harapan orang tua malah tak sejalan dan berbanding lurus.

Seorang psikolog anak dan keluarga, Ajeng Raviando, mengatakan bahwa masih banyak lho hal yang bisa menjadi tolak ukur dalam melihat bakat dan juga potensi anak. Ada anak yang bakatnya memang bisa langsung kelihatan, tapi tak sedikit anak yang bakatnya nggak kelihatan juga meski telah diransang untuk menampakkannya.

BAKAT ANAK BELUM KELIATAN
Alzio Revano Arsenio Xavier

“Jadi gini, banyak sekali orang tua yang datang nih ke psikolog hanya untuk mengikutkan tes minat bakat anaknya. Tapi, si anak masih kelas 4 atau 5 SD, sementara masih banyak hal bisa menjadi tolak ukurnya, ya nggak bisa juga anak yang masih terlalu muda diminta lihat minat dan bakatnya walaupun ya ada memang yang langsung terlihat tapi kan nggak semua,” tambah Ajeng.

Sebagai analogi, misal seorang anak sangat aktif dan jago renang atau jago melakukan sesuatu. Nah, menurut Ajeng ada skala tertentu yang bisa mengukur bakat apa yang biasa ada di usia tertentu. Misal, bakat anak 10 tahun, ternyata sudah bisa dilakukan seorang anak yang masih berusia 4 tahun. Ini berarti orang tua sudah bisa mengidentifikasi potensi anaknya itu.

“Tetapi, untuk yang belum terlihat bakat atau potensinya ya jangan berkecil hati. Jika potensi si anak ternyata tidak ada di satu bidang tersebut, mungkin ada di bidang lain. Jadi, jangan merasa aduh telat nih, atau merasa anak nggak berkembang di saat ya memang belum waktunya,” ungkapnya.

Malahan hal ini pun bisa berlaku pada orang dewasa. Ya, akhirnya mereka sadar bahwa bisa masak atau jago merangkai bunga setelah dewasa, bahkan ada yang juga suda menjadi orang tua. Ajeng menambahkan, mungkin ketika kecil anak belum banyak eksplorasi dan akhirnya baru ketahuan bakat serta minatnya saat dewasa kelak.

“Ada banyak faktor yang bisa mengubah minat. Misal, pas SMP menggebu-gebu masuk IPA tapi ternyata minatnya ketika besar di jurnalistik. Belum lagi karena ikut teman, jadi buat saya yang namanya identifikasi minat dan bakat adalah suatu perjalanan panjang dan bukan upaya yang instan,” imbuhnya.

Mungkin memang ada yang beruntung untuk mendapatkan potensi minat dan bakat anaknya di usia muda, Bunda. Tapi kan, banyak juga lho anak yang jauh belum terlihat minat dan bakatnya. Namun, bukan berarti itu jadi masalah untuk anak yang ingin maju ya Bun.

“Di era digital yang kini makin pesat, semua jenis pekerjaan ada. Contoh dulu nih, zaman saya dulu nggak ada tuh yang namanya pekerja social media planner. Mungkin dalam 10 tahun lagi jenis pekerjaan akan sangat beragam dan belum tentu itu bisa kita penuhi,” ujar Ajeng.

Hmm, Jangan khawatir ya, Bun, tak perlu merasa cemas atau takut karena anak tak kunjung menunjukkan minat, potensi atau bakatnya. Kecuali minat yang diasah seperti olahraga atau musik yang memang harus dibina sejak kecil hingga mumpuni. Kemampuan teknis macam itu adalah sesuatu yang perlu latihan yang sabar. Kesempatan banyak terbuka lebar untuk banyak potensi-potensi yang anak miliki, jadi nggak perlu khawatir ya Bun.[SJF]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini