Anak Depresi? Hati-Hati, Ini Efek Berbahayanya!

0
33

Hampir dari kita semua paling tidak sudah memahami bahwa depresi dapat secara serius mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan anakanak kan Bun? Hmm, tapi mari kita coba lihat apa saja efek berbahaya dari depresi pada anakanak.

Sebenarnya tidak mengherankan melihat anakanak sekali-sekali berada dalam situasi depresi hari ini. Dalam dunia sekarang ini, di mana keluarga yang kadang tidak berfungsi optimal dan juga dunia yang identik dengan persaingan ketat dalam segala hal, ini adalah hal yang biasa. Namun, tidaklah wajar bagi anakanak untuk menjadi mangsa kejahatan yang disebut depresi yang berkelanjutan.

Dari setiap lima keluarga, setidaknya ada dua keluarga yang memiliki anak yang mengalami depresi. Sayangnya, ini memang sudah menjadi masalah umum yang harus dihadapi psikiater hampir secara teratur. Depresi memiliki banyak efek samping yang beberapa di antaranya terbukti sangat berbahaya bagi anak dalam jangka panjang ke depannya.
Berikut adalah beberapa efek berbahaya yang dialami seorang anak yang mengalami depresi:

Suasana Hati Tak Menentu

pertama, yang ditunjukkan seorang anak dalam depresi adalah perubahan suasana hati. Seorang anak yang depresi tetap diam atau mudah marah. Jika anak Bunda sangat pendiam pada satu saat dan menjengkelkan dan marah pada saat berikutnya, itu adalah tBunda utama bahwa ia sedang mengalami depresi.
Anak kemungkinan akan cemas hampir di sepanjang waktu. Seorang anak yang depresi hampir tidak pernah senang dengan apa pun. Mereka hanya ingin ditinggal sendirian dan benci bersosialisasi saat mengalami depresi yang berat.

Kehilangan Energi

Seorang anak yang mengalami depresi kehilangan energi dengan sangat cepat. Mereka tampaknya kelelahan sejak awal hari. Sepertinya mereka berjuang untuk berfungsi secara normal sepanjang hari. Mereka benar-benar kehilangan keinginan untuk keluar dan bermain dengan teman-teman mereka atau berpartisipasi dalam pertemuan keluarga.
Bahkan duduk di meja makan tampaknya menjadi tugas yang sangat berat bagi mereka. Meskipun kehilangan energi ini sebagian besar bersifat fisik, kadang-kadang kelelahan dan penurunan keaktifan ini juga disebabkan oleh penurunan kekuatan kemauan mereka atau dorongan untuk melakukan apa pun.

Prestasi di Kelas Memburuk

Keadaan anak yang depresi menghancurkan kemampuan anak untuk berkonsentrasi dengan baik. Sebagai akibat dari kehilangan konsentrasi, kemampuan mereka untuk belajar dan mempertahankan pengetahuan yang berkurang dari hari ke hari pada akhirnya membuat kinerja mereka di sekolah memburuk.
Jadi, bukan hal yang tidak wajar bahwa seorang anak yang telah berada di puncak di kelasnya hampir gagal lulus di mata pelajaran tertentu karena depresi. Seiring dengan masalah penurunan konsentrasi, depresi merampas kemampuan berpikir anak dengan cepat dan spontan, yang pada gilirannya mempengaruhi prestasi akademik mereka sampai batas tertentu.

Gangguan Pola Makan

Efek berbahaya lainnya dari depresi pada anakanak adalah gangguan makan. Saat depresi, kapasitas anak untuk makan berkurang dari hari ke hari. Di titik tertentu, hal itu terjadi lebih ekstrem, misalnya, bahkan jika anak ingin makan lebih banyak, mereka pada akhirnya hanya membuang-buang makanan yang tersisa karena perut mereka sudah berhenti dapat menampung lebih banyak.

Kesedihan Berlebih dan Kerap Menangis

Seorang anak yang depresi selalu sedih. Mereka sering mulai menangis di sudut-sudut ruangan dan sepertinya semua kebahagiaan telah tersedot keluar dari kehidupan mereka. Terkadang kesedihan menjadi terlalu berat bagi mereka untuk ditangani dan membuat mereka sampai berpikir untuk mengakhiri hidup. Namun, beberapa hanya mencoba yang terbaik untuk menghilangkan pikiran-pikiran ini ekstrem ini.

Jadi anak yang sedang depresi jangan pernah diremehkan ya Bunda. Sebagai orang tua, Bunda harus selalu mengawasi anak Bunda. Bunda tidak pernah tahu kapan anak Bunda melewati ambang kewarasan, ketika dalam situasi depresi. Cobalah untuk menunjukkan kepada mereka cinta Bunda dan rawat mereka sebanyak dan sesering mungkin.
Tidak ada yang lebih baik dari perasaan dicintai dan perasaan aman. Karena itu, jika anak Bunda telah menunjukkan dua dari sekian banyak gejala-gejala ini, maka ia perlu dirawat dan disembuhkan dari gangguan berbahaya yang disebut depresi ini. [SJF]

Semoga bermanfaat bagi Sahabat, Makkunrai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini