Sebanyak 3.839 Orang Tercatat Sebagai Penderita HIV/AIDS di Makassar

0
46
penderita HIV Di makassar

Makkunrai.id, Makassar – Dinas Kesehatan Kota Makassar mencatat jumlah penderita HIV/Aids di Kota Makasssar mencapai 3.839 orang. Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin mengatakan, angka tersebut terangkum sejak 5 tahun terkhir, demikian tahun 2014 hingga 2018.

Naisyah Tun azikin menjelaskan bahwa penderita HIV saat ini telah mendapat perhatian dan penanganan yang intesif dari pemerintah,demikian dengan meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi HIV.

“Lebih-lebih untuk menormalisasi isu HIV AIDS agar masyarakat mempunyai persepsi yang lebih positif sehingga dapat menurunkan stigma dan diskriminasi kepada pengidap HIV,” jelas Naisyah, Sabtu (8/12/2018).

penderita HIV Di makassar
Sumber Gambar: merdeka.com

Naisyah juga menjelskan, penderitaHIV AIDS tidak perlu lagi khawatir atas diskriminasi dari lingkungan sekitar akibat penyakitnya. Ia juga menegasakan, saat ini penangan HIV sama seperti penyakit kronis lainnya yang dapat diobati seperti diabetes melitus atau hipertensi.

Sementara itu, dalam kasus HIV AIDS dewasa ini kian jadi sosrotan serius bagi dunia medis. Demikian para dokter cenderung lebih kerap mensosialisasikan dampak dan pencegahan HIV AIDS di hampir jejaring media lainnya.

HIV (Human Immunodeficiency Virus)adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. HIV bisa berakibat fatal jika tidak diobati dan bisa menular dalam keadaan tertentu. Itu sebabnya penting untuk mengetahui dengan benar cara penularan HIV, sehingga dapat menghindari penyakit tersebut.

Meski sampai saat ini belum ada vaksin yang benar-benar dapat menyingkirkan infeksi HIV AIDS sampai pada dasar-dasarnya. Namun dokter kebanyakan menyarankan untuk sesering mungkin masyarakat update informasi dan konsultasi ke dokter terkait HIV AIDS, atau membaca terkait masalah ini dari sumber yang lebih terekomendasi.

HIV dapat menular melalui cairan tubuh, termasuk darah, air mani, cairan vagina, dan air susu ibu yang terinfeksi HIV. Siapapun dari segala usia, ras, maupun jenis kelamin bisa terinfeksi HIV, termasuk bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi HIV. Di kutip dari alodokter.com, berikut anjuran untuk Anda, segera kenali macam-macamcara penularan HIV, dan beberapa metode penularan HIV yang dapat terjadi pada siapa saja yang tidak waspada pada masalah ini:

Selama kehamilan, menyusui atau persalinan

Seorang ibu yang terinfeksi HIV dan mengandung atau menyusui berisiko tinggi untuk menularkan HIV kepada bayinya. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan dan pengobatan HIV selama kehamilan, guna menurunkan risiko penularan HIV pada bayi.

Penggunaan jarum suntik

HIV dapat ditularkan melalui jarum suntik yang terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi. Berbagi pakai jarum suntik atau menggunakan jarum suntik bekas, membuat seseorang memiliki risiko sangat tinggi tertular penyakit, termasuk HIV.

Transfusi Darah

Dalam sebagian kasus, penularan HIV juga bisa disebabkan oleh transfusi darah. Namun, kejadian ini semakin jarang terjadi karena kini diterapkan uji kelayakan donor, termasuk donor darah, organ ataupun donor jaringan tubuh. Dengan pengujian yang layak, penerima donor darah memiliki risiko yang rendah untuk terinfeksi HIV.

Hubungan seks

Penularan dengan melakukan hubungan seksual dapat terjadi dari pria ke wanita atau sebaliknya, serta pada sesama jenis kelamin melalui hubungan seksual yang berisiko. Penularan HIV dapat terjadi saat hubungan seks melalui vagina, anal, maupun seks oral dengan pasangan yang terinfeksi HIV. Salah satu cara terbaik untuk mencegah penularan HIV adalah menggunakan kondom saat berhubungan seks dan tidak berganti-ganti pasangan seksual.

Informasi Penting Mencegah Penularan HIV

Sampai saat ini belum ada obat ataupun vaksin untuk mencegah dan menyembuhkan infeksi HIV/AIDS.  Bagi Anda yang menderita infeksi HIV, ada upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan infeksi tersebut, yaitu mengonsumsi obat antiretroviral sesuai dosis yang disarankan dokter. Obat tersebut akan membantu menekan aktivitas virus dalam tubuh, sehinggu penderita HIV mampu hidup lebih sehat dengan harapan hidup lebih panjang dan memperkecil risiko menularkan HIV pada pasangan.

Sementara itu,dalam laman alodokter.com juga di jelaskan, penting bagi Andauntuk mencegah penularan HIV sejak awal. Pratik pencegahan ini dapat dilakukan dengan beberapa metode, berikut:

Hindari penggunaan jarum bekas

Hindari penggunaan jarum bekas saat menyuntikkan obat. Penularan HIV melalui tato dan tindik juga berisiko terjadi jika memakai jarum tato yang tidak disterilisasi dengan baik atau menggunakan tinta tato yang terkontaminasi. Sebelum melakukan tato atau tindik, pastikan jarum steril.

Hindari perilaku seksual yang berisiko

Seks anal adalah aktivitas seks yang memiliki risiko tertinggi dalam penularan HIV. Baik pelaku maupun penerima seks anal berisiko untuk tertular HIV, namun penerima seks anal memiliki risiko tertular lebih tinggi. Karena itu disarankan untuk melakukan hubungan seks yang aman, serta gunakan kondom untuk mencegah penularan HIV.

Gunakan kondom setiap kali berhubungan seks

Jika Anda tidak mengetahui status HIV pasangan Anda, gunakan kondom setiap kali Anda melakukan hubungan seks vaginal, anal maupun oral. Untuk wanita, bisa menggunakan kondom wanita.

Pre-exposure prophylaxis (PrEP)

PrEP merupakan metode pencegahan HIV dengan cara mengonsumsi antiretroviral bagi mereka yang berisiko tinggi tertular HIV, yaitu mereka yang memiliki lebih dari satu pasangan seksual, memiliki pasangan dengan HIV positif, menggunakan jarum suntik yang berisiko dalam 6 bulan terakhir, atau mereka yang sering berhubungan seksual tanpa pengaman.Pemahaman dan stigma yang salah mengenai penularan HIV merupakan salah satu kendala dalam penanggulangan penyakit ini. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan pemeriksaan dini terkait HIV, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter melalui VCT.

 

Oleh: Amha Eri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini