Mbah Moen Wafat Saat Menjalankan Ibadah Haji di Makkah

0
37

Makkunrai.id, Jakarta – KH Maimoen Zoebair atau akrab di sapa Mbah Moen tutup usia di usia 90 tahun. Ia meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi saat menjalankan ibadah haji pada Selasa (06/08/2019).

Sebelum wafat ia sempat mendapatkan perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), di Makkah. dr M Zakir Chohan menjelaskan bahwa dirinya diminta untuk datang ke hotel tempat Mbah Moen menginap demikian mengecek kondisinya.

“Saya diminta datang ke tempat beliau. Saat tiba, saya menemukan beliau di sofa lobby hotel,” ungkap dr Zakir, kutip dari kumparan di Makkah, Selasa (6/8).

Dilansir dari kumparan, dr Zakir juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak merasakan adanya detak jantung dari Mbah Moen. Penanganan medis selanjutnya diserahkan kepada tim dokter RS Al Noor. Sementara menurut keterangan keluarga, Mbah Moen memiliki riwayat sakit jantung.

Wafatnya ulama kharismatik dari Nahdlatul Ulama (NU) yang juga sebagai ketua Majelis Syariah PPP, Mbah Moen, kembalimengingatkan risiko yang kerap dihadapi jemaah haji usia lanjut.

 

Demikian sejumlah dokter menegaskan, tak hanya perlu mempersiapkan dana, kita juga harus mempersiapkan fisik dan mental jika ingin tetap sehat dan kuat saat menjalani ibadah haji.

Seperti anjuran minum yang cukup agar tidak mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan saat berada di cuaca yang ekstrem, seperti di Makkah. Demikian faktor cuaca pun merupakan salah satu yang harus diwaspadaipada lansia, kondisi ini bisa berdampak pada berbagai masalah kesehatan.

“Selama di Mesjid diusahakan untuk tetap minum, tempat-tempat penampungan minum yang berisi air zam-zam selalu tersedia di dalam dan di seputar Masjid Nabawi,” anjuran dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, seperti dikutip dari detik health.

Dokter yang juga pernah menjadi tenaga medis haji dan tenaga kesehatan haji khusus-ONH Plus ini juga menambahkan, “Hindari minuman yang mendandung kafein seperti kopi karena dengan mengonsumsi minuman tersebut akan memperberat dehidrasi”.

Kelelahan akibat perjalanan jauh dan lama kerap menjadi salah satu penyebab kondisi kesehatan menurunselama di Mekah. Sementara itu menjelang wukuf Arafah, para lansia dianjurkan juga untuk banyak istirahat.

Dirangkum dari doktersehat.com,berikut kami ulas beberapa persiapan kesehatan yang sebaiknya di lakukan agar persiapan kesehatan saat melaksanakan Ibadah Haji tetap terjaga:

1. Menjaga Pola Makan

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk tetap sehat dan bugar selama menjalankan ibadah haji adalah dengan menerapkan pola makan yang sehat setiap hari. Dengan mengonsumsi makanan yang bergizi setiap hari, maka sistem kekebalan tubuh akan terjaga. Hanya saja, jika calon haji mengalami riwayat masalah kesehatan tertentu seperti diabetes, sebaiknya membawa semacam pemanis khusus atau meminta makanan khusus bagi penyedia layanan haji demi menjaga kondisinya tetap prima.

2. Menjaga Kebersihan

Saat melakukan ibadah haji, sebaiknya kita tetap menjaga kebersihan demi tetap sehat dan tidak mudah jatuh sakit. Sebagai contoh, kita sebaiknya selalu mencuci tangan sebelum makan atau setelah menggunakan toilet. Hal ini bisa mencegah datangnya kuman masuk ke dalam tubuh dan penularan berbagai macam penyakit.

3. Memakai Pakaian yang Nyaman dan Aman

Cuaca di Arab Saudi cenderung panas dan bisa membuat keringat keluar dalam jumlah yang sangat banyak. Hal ini berarti, kita harus lebih cermat memilih pakaian yang dikenakan. Gunakan pakaian yang nyaman dipakai dan menyerap keringat. Hal ini tentu bisa membantu mencegah datangnya heatstroke saat menjalankan ibadah haji.

4. Istirahat Cukup

Jika kita istirahat cukup, maka tubuh akan bugar, bertenaga, dan tidak mudah jatuh sakit. Hal ini tentu akan membuat ibadah haji bisa berlangsung dengan lancar.Karena alasan inilah sebaiknya memang kita selalu mendapatkan waktu tidur cukup setiap malam.

5. Mencukupi Kebutuhan Air Mineral

Cuaca di Tanah Suci cenderung sangat panas dan menyengat. Hal ini berarti kita akan lebih rentan mengalami dehidrasi. Demi mencegah datangnya masalah kesehatan tersebut, pastikan untuk mencukupi kebutuhan air mineral setiap hari.

6. Siapkan Obat-obatan

Jika kita memiliki riwayat masalah kesehatan tertentu, jangan ragu untuk membawa obat-obatan demi pencegah atau mengatasi gejala dari penyakit yang diderita sehingga diharapkan tidak sampai jatuh sakit.

7. Menggunakan Alat Pelindung

Jika keluar dari penginapan atau pondokan, sebaiknya membawa alat pelindung layaknya payung, topi, dan pelindung lainnya. Ini akan membantu untuk memberikan perlindungan bagi tubuh dari cuaca panas dan teriknya sinar matahari. Selain itu, sebaiknya kita juga tidak perlu sering-sering keluar dari tenda demi mencegah paparan sinar matahari yang sangat menyengat dan bisa memicu masalah kesehatan.

Demikian bahwa memaksimalkan kondisi tubuh dan kesehatan perlu selalu di utamakan, dengan begitu harapan ibadah haji bisa berjalan dengan lancar dan tubuh tetap terjaga.

 

Oleh: Amha Eri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini