Ilmuwan Asal Swedia Temukan Organ Baru Pada Kulit

0
30
Sumber Gambar: beritagar.id

Makkunrai.id – Para ilmuwan diketahui telah menemukan organ baru di kulit yang cenderung merasakan sakit. Penemuan ini menjadi jalan pembuka bagi pengobatan penghilang rasa sakit yang lebih efektif.
“Studi kami menunjukkan sensitivitas terhadap rasa sakit tidak hanya terjadi pada serabut saraf kulit, namun, juga pada organ yang sensitif terhadap rasa sakit yang baru-baru ini ditemukan,” kata Dr.Patrik Ernfors, salah seorang penulis dan peneliti senior, asal Swedia,seperti dikutip The Independent, Sabtu (17/8)

Disebutkan bahwasel-sel indera rasa sakit inimembentuk jaringan yang sangat luas, sehingga di jelaskan ini sebagai bentuk organ. Sementara dalam penelitian sebelumnya ditemukan, ujung sel saraf tersebut tidak terbuka, hingga penelitian terbarunya membuktikan tidak demikian halnya.

“Penemuan ini mengubah pemahaman kita tentang mekanisme seluler sensasi fisik dan mungkin penting dalam memahami nyeri kronis,” ungkap Dr. Ernfors.

Penelitian ini kemudian dirilis di Science Journals,demikian memperlihatkan organ sensorik yang baru memiliki sel Schwann dengan beberapa tonjolan panjang yang membungkus diri di sekitar sel-sel saraf dan membantu menjaga tetap hidup. Sel-sel ini berada di bawah lapisan luar kulit (epidermis) dan tonjolan seperti tentakel yang panjang meluas ke lapisan luar.

Di jelaskan juga, kondisi ini tidak hanya membungkus ujung saraf. Namun, seperti sel-sel saraf, mereka juga membuat rasa sakit dan sangat sensitif terhadap rangsangan. Dalam sebuah percobaan juga di paparkan, peneliti memodifikasi tikus secara genetis, sehingga sel Schwann mereka terstimulasi oleh cahaya. Ketika cahaya bersinar pada kaki, mereka menjilat dan berguncang, yang menunjukkan sel-sel ini telah menyebabkan rasa sakit.

Rasa sakit diperlukan untuk bertahan hidup dan melindungi tubuh dari kerusakan dengan mengekspresikan reaksi refleks, seperti menarik diri jika menyentuh sesuatu yang panas. Para ilmuwan mengatakan masih banyak penelitian yang harus dilakukan pada organ ini.
“Kami belum mempelajari manusia. Namun, mengingat bahwa semua organ sensorik yang diketahui sebelumnya yang ditemukan pada tikus juga ada pada manusia, maka sangat mungkin ada juga di kulit manusia,” jelas Dr. Ernfors.

Oleh: Amha Eri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini