Waspadai 3 Penyakit Ini, Saat Musim Kemarau

0
39
Sumber Gambar:Jabarnews

Di beberapa wilayah di Indonesia saat ini secara bertahap memasuki musim kemarau. Saat musim kemarau kondisi udara menjadi terasa lebih panas, kering dan berdebu. Keadaan musim kemarau yang demikian dapat mendatangkan berbagai penyakit. Seperti saat udara menjadi lebih berdebu, dan kemudian bertebaran di udara dan berpotensi masuk dan mengiritasi saluran pernapasan.

Kemudian, ketika udara yang panas saat musim kemarau, kerap memancing seseorang untuk selalu mengonsumsi minuman dingin. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran pernapasan atas. Gejala infeksi saluran pernapasan terkadang memicu serangan demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, suara serak, dan juga nyeri saat menelan. Beberapa upaya pencegahan yang dapat lakukan agar terhindar dari infeksi saluran pernapasan atas. Salah satunya, menggunakan masker saat berada di luar ruangan dan sedang di tengah keramaian.

Sumber Gambar:Jabarnews

Di lain sisi,upayakan agar sesering mungkin membersihkan lingkungan rumah agar tidak menjadi tempat debu dan kuman bersarang. Dan lagi, jagalah sirkulasi udara ruangan dengan memiliki ventilasi yang memadai. Nha! Pada dasarnya, ada beberapa resika penyakit yang mudah menyerang saat musim kemarau, demikian yang perlu diketahui:

1 1. Sindroma Mata Kering (Dry Eyes)

Sindroma mata kering atau dry eyes merupakan kondisi yang terjadi ketika tidak cukupnya kemampuan air mata untuk melubrikasi mata. Dry eyes bisa disebabkan oleh beberapa mekanisme, yaitu menurunnya produksi air mata atau meningkatnya penguapan air mata.Udara yang kering saat musim kemarau dapat meningkatkan penguapan air mata. Maka pada akhirnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan masalah dry eyes. Gejala-gejala dry eyes biasanya dirasakan pada kedua mata, meliputi perih, sensasi terbakar, dan gatal di mata. Yang kerapterjadi seperti mata memerah, mata mengganjal, mata belekan, sensitif terhadap cahaya, pandangan kabur, dan air mata keluar terus menerus.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, Anda bisa melakukan beberapa upaya berikut. Hindarilah paparan udara pada mata secara berlebihan, misalnya dengan menggunakan kacamata saat di luar ruangan. Kemudian, sempatkan waktu untuk mengistirahatkan mata dengan memejamkan mata beberapa waktu. Anda juga dapat menggunakan air mata buatan, jika mata dirasakan begitu kering.

2 2. Infeksi Saluran Pernapasan Atas

Ketika musim kemarau, udara menjadi lebih berdebu. Debu-debu yang bertebaran di udara berpotensi masuk dan mengiritasi saluran pernapasan. Dalam kondisi demikian, Anda lebih rentan mengalami infeksi saluran pernapasan atas.Selain itu, udara yang panas saat musim kemarau, sering menggoda seseorang untuk cenderung mengonsumsi minuman yang dingin. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran pernapasan atas.

Gejala infeksi saluran napas atas yang bisa timbul di antaranya demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, suara serak, nyeri saat menelan dan sebagainya. Ada beberapa upaya pencegahan yang dapat Anda lakukan agar tidak terkena infekssi saluran pernapasan atas. Gunakanlah masker bila berada di luar ruangan dan sedang di tengah keramaian. Hal ini dapat menghindari penularan dari seseorang yang sedang mengalami infeksi saluran pernapasan atas. Usahakan untuk rajin dalam membersihkan lingkungan rumah agar tidak menjadi tempat debu dan kuman bersarang. Selain itu, jagalah sirkulasi udara ruangan dengan memiliki ventilasi yang memadai.

3 3. Demam Tifoid atau Tifus

Demam tifoid atau secara awam disebut penyakit tifus merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhii. Penyakit ini sering ditularkan melalui konsumsi makanan yang tercemar bakteri Salmonella.Pencemaran makanan dapat terjadi akibat terdapat binatang seperti lalat di sekitar makanan. Lalat bisa saja membawa bakteri Salmonella saat hinggap di makanan, jika sebelumnya hinggap di feses.Kurangnya pasokan air bersih pada musim kemarau dapat membuat lingkungan relatif lebih kotor, akibatnya menjadi tempat yang ideal bagi lalat untuk berkembang biak. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan penyakit tifus. Gejala tifus di antaranya demam, sakit kepala, nyeri sendi, sembelit, diare, penurunan nafsu makan, dan sakit perut.

Semoga bermanfaat bagi Sahabat, Makkunrai.

Oleh: Amha Eri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini