Mencegah Hot Flashes Dengan Dua Langkah Ini

0
22
Sumber Gambar: Hello Sehat

Makkunrai.id – Penelitian terbaru kini menemukan bahwa hot flashes atau rasa panas yang tiba-tiba menyerang bagian tubuh hingga membuat perempuan menopause berkeringat saat malam hari, namun demikian bisa dicegah dengan dua langkah.

Di jelaskan bahwa perempuan hanya cukup menjaga berat badan dan berhenti merokok sebelum usia 40 tahun. Penelitian yang juga hasil riset School of Public Health di University of Queensland, Australia. Riset yang dipimpin Dr Hsin-Fang Chung itu sudah dipublikasikan di American Journal of Obstetrics and Gynecology.

Sperti dikutip republika.co.id, Kamis, (21/11/2019), riset tersebut dilakukan dengan dasar bahwa setiap tahun ada 1,5 juta perempuan yang memasuki fase menopause. Ditemukan bahwa di antara mereka terdapat sejumlah perempuan yang merasakan masa transisi yang membuat tidak nyaman lantaran hot flashes dan berkeringat saat malam hari.

Dua masalah menopause itu juga kerap disebut gejala vosomotor. Pada penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa 85 persen perempuan menopause merasakan hot flashes.

Sumber Gambar: metaonline.id

Gejalanya ditandai dengan adanya rasa gerah yang tiba-tiba datang di bagian leher, dada dan muka. Penyebabnya karena adanya misfungsi pada bagian otak yang berfungsi mengatur suhu tubuh. Dr Hsin-Fang Chung melakukan penelitiannya dengan melibatkan 21.460 perempuan yang berusia sekitar 50 tahun.

Ia berupaya melihat kaitan berat tubuh dengan kebiasaan merokok serta pengaruhnya terhadap gejala vosmotor. Temuannya, 60 persen subjek penelitian mengalami masalah gejala vosomotor, baik itu hot flashes ataupun keringat malam. Setengah partisipan adalah perempuan yang kelebihan berat badan, 21 persen obesitas, dan 17 persen partisipan adalah perokok.

“Perempuan obesitas memiliki risiko hampir 60 persen lebih tinggi untuk sering mengalami gejala vasomotor dan lebih parah dibandingkan perempuan dengan berat badan normal,” kata Chung sebagaima dikutip dari laman Medical News Today, Rabu (21/11/19).

Demikian pun perempuan yang merokok. Risiko mereka 80 persen lebih tinggi terkena gejala vosmotor dibandingkan perempuan tak merokok. Risiko tiga kali lebih tinggi ada pada perempuan yang obesitas dan sekaligus merokok. “Risiko mengalami gejala vasomotor yang sering atau parah sangat tinggi bagi perempuan yang merokok lebih dari 20 batang per hari atau merokok selama lebih dari 30 tahun,” kata Chung.

Sementara penelitian lainnya yang mengerjakan riset itu, Gita Mishra, mengatakan, jika perempuan baru berhenti merokok sebelum usia 40 tahun, maka risiko gejala vosomotornya bisa sama dengan perempuan tak pernah merokok.

Dengan demikian, membuat keputusan sedini mungkin untuk berhenti merokok dan menjaga berat badan akan memberikan manfaat untuk masa menopause. “Menunggu sampai transisi menopause atau pasca menopause sudah terlambat untuk mencapai manfaat maksimal dari temuan ini,” tutup Mishra.[*]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini