BJ Habibie Meninggal, Berikut Alasan Kebocoran Klep Jantung Hingga Berdampak Kematian

0
63
www.tribunnews.com

Makkunrai.id – Anda mungkin tidak pernah menyangka bahwa seseorang yang begitu cerdas dan berjasa terhadap perkembangan teknologi di Indonesia ternyata menyimpan cerita yang cukup mengejutkan. BJ Habibie, atau yang akrab di sapa ‘Eyang’ Habibie, meninggal karena masalah pada jantung yang diidapnya sejak muda. Thareq Kemal Habibie, putra bungsu dari almarhum mengakui kebenaran hal tersebut, bahwa sang ayah (BJ Habibie) telah mengidap kelainan jantung sejak usianya masih muda.

Demikian kami ulas, Bagaimana Katup Jantung Bekerja dan berdampak pada kematian.

Penyakit katup jantung yang diidap Almarhum B.J. Habibie terjadi jika satu atau lebih katup jantung tidak bekerja dengan baik, termasuk mengalami kebocoran. Jantung memiliki empat katup utama, yaitu katup trikuspid, pulmonal, mitral, dan aorta. Katup ini memiliki jaringan yang membuka dan menutup sesuai dengan detak jantung. Cacat lahir, perubahan terkait usia, infeksi, atau kondisi lain dapat menyebabkan satu atau lebih katup jantung tidak terbuka atau membiarkan darah bocor kembali ke jantung, seperti dikutip halodoc.com (13/9/19).

Hal ini bisa membuat jantung bekerja lebih keras dan memengaruhi kemampuannya untuk memompa darah. Sebenarnya, bagaimana katup jantung ini bekerja untuk memompa dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah?

Pada setiap awal detak jantung, darah yang kembali dari tubuh dan paru-paru memenuhi atria (dua bilik jantung bagian atas). Sembentara katup mitral dan trikuspid terletak di bagian bawahnya. Ketika darah menumpuk di atria atau atrium, katup ini akan terbuka untuk memungkinkan darah mengalir ke ventrikel (dua bilik jantung yang lebih rendah). Setelah jeda sesaat, ketika ventrikel mulai berkontraksi, katup mitral dan trikuspid akan tertutup rapat, sehingga darah tidak mengalir kembali ke atrium. Saat ventrikel berkontraksi, mereka memompa darah dari katup pulmonal dan aorta. Katup pulmonal terbuka untuk memungkinkan darah mengalir dari ventrikel kanan ke arteri pulmonalis yang membawa darah ke paru untuk mendapatkan oksigen.

Pada saat yang sama, katup aorta akan terbuka untuk memungkinkan darah mengalir dari ventrikel kiri ke aorta, membawa darah yang kaya oksigen ke tubuh. Saat ventrikel rileks, katup pulmonal dan aorta tertutup rapat, sehingga mencegah darah mengalir kembali ke ventrikel.

Masalah dan Komplikasi Kebocoran Klep Jantung

Ada tiga masalah dasar yang menyerang katup jantung, yaitu regurgitasi, stenosis, dan atresia. Kebocoran klep jantung terjadi karena aliran balik atau regurgitasi ketika katup tidak menutup dengan rapat, sehingga darah kembali ke bilik alih-alih mengalir melalui jantung atau ke arteri. Sementara stenosis terjadi jika flap katup mengalami penebalan, kaku, atau menyatu, sehingga mencegah katup terbuka secara penuh. Lalu, atresia yang terjadi jika katup jantung tidak memiliki celah untuk dilewati darah. Bagi beberapa orang, penyakit katup jantung tidak memunculkan gejala, sementara sisanya mengalami kondisi yang semakin memburuk seiring waktu dan menimbulkan gejala tertentu.

Tanpa adanya penanganan, penyakit ini bisa menyebabkan gagal jantung, stroke, sumbatan bekuan darah, hingga kematian karena henti jantung. Kondisi ini mengacu pada hilangnya fungsi jantung, pernapasan, dan kesadaran secara mendadak karena gangguan listrik di jantung yang mengganggu kinerjanya, sehingga aliran darah ke tubuh juga terhenti. Demikian cukup berbahaya dan mengancam nyawa, masalah jantung tidak boleh menjadi hal yang dibiarkan atau diremehkan.

 

Oleh: Amha Eri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini