Ani Yudhoyono Meninggal Dunia Akibat Derita Kanker Darah

0
33
Sumber Gambar: sinarharapan.co

Makkunrai.id, Jakarta – Hj. Kristiani Herrawati, S.IP., atau lebih kerap di sapa Ani Yudhoyono, didiagnosis mengidap kanker darah, sebelum akhirnya ia meninggal dunia pada 1 Juni 2019 lalu, setelah menjalani perawatan medis di National University Hospital (NUH) Singapura, akibat kanker darah yang menggerogotinya

Ani di rawat sejak 2 Februari 2019, demikian SBY, anak-anaknya, dan menantunya bergantian menemaninya menjalankan berbagai macam terapi demi mengatasi kanker yang dideritanya. Ia juga sempat menjalani transplantasi sumsum tulang belakang yang didapatkan dari tubuh adik kandungnya, Pramono Edhie Wibowo.

Grid.id/ Ibu Ani beserta Suami Bapak Susilo Bambang Yudhoyono sewaktu menjalani perawatan di singapura.

Sayangnya, upaya ini tidak memberikan hasil yang membahagiakan. Bahkan, ia sempat menjalani perawatan intensif pasca melakukan uapaya pengobatan tersebut, karena kondisi kesehatannya kian menurun.

Istri presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), wanita kelahiran Yogyakarta, putri dari Sarwo Edhie Wibowo, mantan Panglima RPKAD, yang juga sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, meninggal di usia 66 tahun.

Pasca kejadian yang menimpa Ani, tidak urung sejumlah dokter memberi tanggapan serius dan peringatan akan bahayanya kanker darah jika datang menyerang. Demikian dijelaskan bahwa kanker darah bisa menyerang siapa saja. Sementara pada umumnya dampak yang diberikan cenderung sama, akan tetapi mengenali gejala dan penyebab-penyebabnya cukup jarang diketahui, terkhusus pada wanita.

Seperti diketahui, Kanker darah bisa mempengaruhi fungsi sel darah putih di dalam tubuh. Jika sampai hal ini terjadi, maka tubuh akan mengalami infeksi dan peradangan yang cukup parah. Di sisi lain, di kutip dari laman doktersehat.com, ada beberapaterapi yang bisa dijalani oleh penderita kanker darah, demikian pencegahannya. Berikut kami rangkum untuk Anda:

  • Kemoterapi

Seringkali, kasus kanker darah atau leukemia mendapatkan penanganan berupa kemoterapi. Terapi ini mampu membunuh sel-sel leukemia yang telah menggerogoti tubuh penderitanya. Hanya saja, terapi ini juga disesuaikan dengan jenis leukemia yang diderita. Bentuk terapi ini bisa berupa pemberian obat tunggal atau beberapa jenis obat. Obat yang diberikan juga bisa berupa obat minum atau suntikan dengan infus.

  • Terapi Target

Terapi target sebenarnya mirip dengan kemoterapi. Hanya saja, penderita kanker darah mengonsumsi obat tambahan demi mengatasi sel-sel leukemia. Terapi ini bisa secara spesifik menyerang bagian tubuh yang memiliki sel-sel kanker. Salah satu obat yang digunakan adalah obat berjenis imanitib yang bisa mencegah penyebaran sel leukemia.

  • Terapi Radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar berenergi tinggi demi menghancurkan atau menghentikan perkembangan sel-sel kanker. Penderita kanker darah yang akan menjalani terapi ini akan dibaringkan di atas bidang permukaan dan kemudian mendapatkan radiasi melalui sebuah menis berukuran besar.Seringkali, terapi ini menargetkan satu atau beberapa bagian tubuh, namun jika kanker sudah menyebar, seluruh tubuh bisa mendapatkan terapi ini.

  • Transpantasi Sel Induk

Transplantasi sel induk dilakukan dengan cara mengganti sumsum tulang yang sudah terkena kanker dengan sumsum tulang yang masih sehat. Hal ini diharapkan bisa membantu membersihkan sel-sel kanker di dalam tubuh. Hanya saja, seringkali terapi ini dilakukan oleh penderita kanker darah dengan usia kurang dari 55 tahun.

  • Terapi Biologis

Terapi ini ditujukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan sel-sel kanker. Dengan sistem imun tubuh yang lebih kuat, maka tubuh akan lebih baik dalam melawan penyebaran sel-sel kanker tersebut.

 

Oleh: Amha Eri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini