Gundala: Pembuka Jagat Sinema, Penindasan Selaras Dengan Perjuangan.

0
39
gundala
Kincir.com

Sangat dinanti-nantikan oleh penikmat film superhero bahkan seluruh rakyat Indonesia, film kebanggaan yang membukakan jalan untuk sinematik universe. Setelah pemberitaannya yang ramai sejak tahun 2018 ini, akhirnya kita bisa menyaksikan secara langsung gengs bagaimana aksi patriot Indonesia berlaga di layar lebar.

Tanggal 29 Agustus 2019, Gundala sudah bisa kita nikmati di seluruh bioskop di Indonesia, jangan melewatkan aksi-aksi heroiknya.
Mengadakan gala premier yang cukup meriah di Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, 28 Agustus 2019, penonton sangat dipuaskan dengan beragam aksi dan pengenalan tokoh pembuka Jagat Sinema Bumilangit.
Berikut sinopsisnya nih gengs.

Kelahiran Superhero Pembuka Jagat Sinema Bumi Langit.

Disebutkan, telah terlahir dari keluarga buruh pabrik yang selalu di tindas dan dirampas haknya, hal ini yang membuat Sancaka kecil yang diperankan Muzakki Ramadhan belajar satu hal, belajar tentang jangan mengganggu urusan orang lain jika hidupnya tak ingin berkesusahan. Hal inilah yang selalu ia pegang teguh sampai ia beranjak dewasa.
Sancaka dewasa yang diperankan Abimana Aryasatya akhirnya tumbuh menjadi sosok yang tak peduli lagi terhadap lingkungan sekitarnya karena ia tak ingin hidupnya disusahkan oleh orang lain.

Sampai pada akhirnya, antara mau dan tidak mau ia membantu salah seorang tetangganya, Wulan atau Tara Basro dan adiknya yang selalu diganggu oleh preman pasar di sekitarnya. Ternyata, bantuan Sancaka untuk Wulan malah berbuntut panjang yang membuatnya dicari oleh para pejabat di negerinya itu.

Di satu sisi, Sancaka ini sangat dibutuhkan kehadirannya, namun di sisi lain ia dianggap ancaman yang bisa membuat keseimbangan masyarakat akan berantakan. Dengan kekuatan yang dimilikinya itu secara tiba-tiba, Sancaka berusaha memanfaatkan kekuatannya tersebut untuk membantu menolong sebanyak mungkin orang di sekitarnya.

Bertabur Bintang dengan Porsi yang Sama Pasnya.

Sangat serius, Joko Anwar sepertinya tak main-main dalam menggarap film spektakuler ini. Ia bahkan mengajak banyak aktor dan aktris papan atas Indonesia untuk membintangi Gundala. Sebut saja Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Tara Basro, Ario Bayu, Rio Dewanto, Marissa Anita, Muzakki Ramadhan, Cecep Arif Rahman, Lukman Sardi, Faris Fadjar, Hannah Al Rashid, Kelly Tandiono, Andrew Sulaiman, Asmara Abigail, Zidni Hakim, Putri Ayudya, Dimas Danang, Ari Tulang, Rendra Bagus Pamungkas, Dea Panendra, Della Dartyan, Aming, Aqi Singgih, Indra Brasco, Arswendy, dan bahkan masih banyak lagi yang tidak di sebutkan.

Bukan berlebihan loh gengs, deretan aktor dan aktris yang turut serta dalam film ini memang tampil dengan porsi yang begitu pas. Kita bahkan bisa melihat siapa yang berperan sebagai apa dan bagaimana karakternya tanpa merasa bingung melihatnya.

Sangat Memuaskan, Pembuka Yang Mengagumkan

Sebagai pembuka jagat sinema yang lebih besar dan lebih banyak tokoh nantinya, Gundala ini sangat patut untuk diapresiasi. Sebagaimana penjelasan dari satu adegan ke adegan lainnya, Joko Anwar selaku penulis naskah sekaligus sutradara Gundala ini, memang sangat lihai dan mampu menyampaikannya dengan detail namun sangat mudah untuk dipahami.
Lewat film pertama dari Jagat Sinema Bumilangit, para penonton benar-benar harus memperhatikan adegan demi adegan yang ditampilkan. Sebab, dari scenetersebut, ditampilkan tokoh dan petunjuk yang menuju ke film selanjutnya. Kalau kamu memperhatikan film dengan saksama, dijamin, kamu nggak akan kesulitan untuk memahami seri Bumilangit selanjutnya.

Jika belum membaca komiknya, jangan khawatir. Karena cerita Gundala ini sangat mudah untuk dipahami, alurnya tidak membingungkan.
Mengecoh Dari Segi Latar Waktu

Jika kita melihat secara sekilas, Gundala sepertinya mengambil latar waktu di masa lampau. Setidaknya, apa yang ditampilkan sekitar tahun 1980-1990 an. Namun, tidak ada penjelasan lebih detail tentng latar waktu dan sempat membuat bingung penonton hingga timbul pertanyaan sebenarnya kapan tepatnya kejadian ini berlangsung. Pokoknya menyesal jika melewatkannya, keren.

Melihat detail-detail pada film seperti teknologi dan gawai yang digunakan, kita bisa menjadi tahu jika film Gundala ini mengambil latar waktu di tahun 2019 meskipun tampilan layaknha tahun 90-an itu. Karena filter warna yang digunakan yang membuat tampilan film seolah berlatar waktu sepuluh tahun lalu.

Jadi, sahabat makkunrai.id yang betul serius ingin mengikuti sinema universe bumi langit, jangan khawatir. Perhatikn setiap detailnya untuk mengenali semua karakter yang terdapat di film-film lanjutannya.
Sekian gengs, semoga menikmati. Jika ada kekurangan maka benarkan, yang kurang tolong di tambahkan. [IRH]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini